BeritaPemerintahan

DPMD Sumenep Tekankan Kolaborasi Desa-PLN Demi Sukseskan Listrik 12 Jam di Giliraja

Avatar
1114
×

DPMD Sumenep Tekankan Kolaborasi Desa-PLN Demi Sukseskan Listrik 12 Jam di Giliraja

Sebarkan artikel ini
DPMD Sumenep Tekankan Kolaborasi Desa-PLN Demi Sukseskan Listrik 12 Jam di Giliraja
Kadis PMD Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf saat menyakatan komitmen kolaborasi PLN dengan Pemdes di Giliraja

Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong langkah konkret demi pemerataan layanan listrik, khususnya di wilayah kepulauan. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), imbauan penting dilayangkan kepada seluruh pemerintah desa di Pulau Giliraja untuk aktif menjalin kolaborasi dengan PLN.

Tujuannya jelas: suksesnya program perluasan layanan listrik dari enam jam menjadi dua belas jam per hari yang dijadwalkan dimulai pada Mei 2025.

Kepala DPMD Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi utama dari keberhasilan program ini.

“PLN tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah desa dan masyarakat harus ambil bagian, baik dalam hal teknis maupun komunikasi dengan warga,” tegasnya dalam Forum Lintas Tokoh (FLT) Giliraja. Minggu (20/04/2025).

Anwar menyebut salah satu contoh nyata kolaborasi yang dibutuhkan adalah pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik. Dengan koordinasi yang baik, gangguan bisa dicegah sejak dini tanpa menimbulkan dampak luas.

Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya peran kepala desa sebagai corong informasi ke masyarakat.

“Kepala desa punya jejaring kuat. Gunakan itu untuk menyampaikan informasi tentang jadwal pemeliharaan atau gangguan listrik agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujar Anwar.

Untuk memperkuat sinergi, DPMD mendorong pembentukan forum komunikasi digital seperti grup WhatsApp yang melibatkan kepala desa, perangkat dusun, dan petugas PLN. Forum ini diharapkan mampu menjadi jalur komunikasi yang cepat dan responsif dalam menangani berbagai persoalan kelistrikan secara real-time.

Lebih dari sekadar aspek teknis, Anwar menilai kolaborasi ini juga membangun rasa memiliki.

“Kalau masyarakat merasa dilibatkan, mereka akan ikut menjaga. Ini penting untuk keberlangsungan layanan listrik jangka panjang,” tambahnya.

Menanggapi imbauan tersebut, Kepala Desa Banbaru, Zainal Abidin, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh program ini. Mewakili empat kepala desa di Giliraja, Zainal menyampaikan komitmennya untuk bersinergi aktif dengan PLN dan Pemkab Sumenep.

“Kami siap mendukung mulai dari pemangkasan pohon, pengawasan jaringan, hingga penyampaian informasi ke masyarakat,” ujarnya.

Zainal menilai, peningkatan durasi pasokan listrik akan membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat.

“Anak-anak bisa belajar lebih nyaman, pelayanan di balai desa jadi maksimal, dan roda ekonomi warga akan lebih bergairah,” tutupnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep