Mediapribumi.id, Sumenep – Di tengah kesibukannya menjalankan amanah sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Kabupaten Sumenep, Dr. Rusliy menorehkan capaian akademik penting dengan menyelesaikan pendidikan doktoral bidang Bahasa dan Sastra di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Rusliy resmi menyandang gelar doktor setelah mengikuti prosesi wisuda di Unesa pada Rabu (12/8/2026). Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam menempuh pendidikan sekaligus menjalankan tanggung jawab di bidang pendidikan.
Bagi Rusliy, gelar doktor bukanlah tujuan akhir. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi pengingat bahwa semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Gelar ini bukan tujuan akhir. Justru menjadi pengingat bagi saya bahwa semakin tinggi pendidikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Rusliy usai prosesi wisuda.
Ia menilai, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktoral harus dapat diterapkan dalam menjalankan tugas dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Sumenep.
Menurutnya, pencapaian akademik juga harus menjadi momentum untuk semakin dekat dengan para pendidik dan tenaga kependidikan, bukan justru menciptakan jarak.
“Jangan sampai gelar membuat kita merasa lebih tinggi dari orang lain. Bagi saya, ilmu justru mengajarkan untuk semakin rendah hati, mau mendengar dan terus belajar,” ujarnya.
Sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sumenep, Rusliy memiliki tanggung jawab yang berkaitan dengan pembinaan, pengelolaan, serta peningkatan kualitas pendidikan.
Karena itu, ia berharap ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan doktoral dapat memberikan kontribusi nyata terhadap lembaga pendidikan yang berada dalam lingkup tugasnya.

Secara khusus, Rusliy berharap capaian tersebut dapat memberikan dampak positif bagi Cabang Dinas Pendidikan maupun sekolah-sekolah di Sumenep, sehingga terus berkembang menjadi lembaga yang maju dan berkarakter.
“Semoga capaian ini bisa berdampak kepada Cabdin dan lembaga sekolah, sehingga menjadi lembaga yang maju dan berkarakter,” tuturnya.
Disamping itu, perjalanan menyelesaikan pendidikan doktoral bukan tanpa tantangan. Rusliy harus membagi waktu antara kewajiban akademik dengan tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan.
Namun, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari proses yang membentuk ketekunan, kedisiplinan, dan komitmennya untuk terus belajar.
Rusliy berharap perjalanan akademik yang ia lewati dapat menjadi inspirasi bagi para guru dan insan pendidikan agar tidak berhenti meningkatkan kapasitas diri, meskipun dihadapkan pada berbagai kesibukan dan tanggung jawab.
“Belajar itu tidak mengenal jabatan dan usia. Selama masih diberi kesempatan, kita harus terus belajar. Yang paling penting bukan seberapa tinggi gelar kita, tetapi seberapa besar ilmu itu bisa bermanfaat,” terangnya.
Ia menegaskan, pendidikan semestinya tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Ilmu yang diperoleh harus kembali kepada masyarakat, sekolah, guru, dan terutama kepada generasi muda.
“Semoga apa yang saya pelajari tidak berhenti di ruang akademik. Ilmu harus kembali kepada masyarakat, kepada sekolah, kepada guru dan terutama untuk kemajuan anak-anak kita,” tukasnya.
Di balik toga dan gelar doktor yang diraihnya, Rusliy membawa pesan sederhana bahwa pendidikan bukan tentang meninggikan diri, melainkan memperluas manfaat bagi sesama.
Bagi dia, gelar akademik hanyalah satu tahap dalam perjalanan pengabdian. Tantangan berikutnya adalah memastikan ilmu dan pengalaman yang dimiliki dapat ikut mendorong kemajuan pendidikan di Sumenep.
Dengan semangat tersebut, Rusliy berharap Cabang Dinas Pendidikan dan seluruh lembaga sekolah di wilayah Sumenep dapat terus bergerak menjadi institusi pendidikan yang maju, berkarakter, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













