BeritaPendidikan

UMM Malang Perkuat Sinergi dengan MGMP Lewat Seminar Nasional STEM Implementatif

Avatar
39
×

UMM Malang Perkuat Sinergi dengan MGMP Lewat Seminar Nasional STEM Implementatif

Sebarkan artikel ini
UMM Perkuat Sinergi dengan MGMP Lewat Seminar Nasional STEM Implementatif
Foto Bersama Narasumber Seminar STEM Implementatif.

Mediapribumi.id, Malang — Program Studi Magister Pendidikan Biologi Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Seminar Nasional bertema “STEM dalam Aksi: Inovasi Pembelajaran Implementatif di Sekolah” pada kamis (9/7). Kegiatan yang digelar secara hybrid ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah, mulai dari guru IPA dan Biologi jenjang SMP/SMA, mahasiswa S1 hingga S3, sampai kalangan dosen.

Yang menarik, seminar ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi materi. Di awal acara, digelar penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Program Studi Magister Pendidikan Biologi Pascasarjana UMM, menandai babak baru kolaborasi kedua pihak.

Direktur Program Pascasarjana UMM, Prof. Khozin, menyebut kerja sama antara kampus dan komunitas guru sebagai langkah strategis mendongkrak mutu pendidikan nasional.

“Kolaborasi seperti ini menjadi ruang bersama untuk saling belajar dan bertumbuh. Kampus tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi sekolah melalui kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Program Studi Magister Pendidikan Biologi UMM, Prof. Yuni Pantiwati. Menurutnya, seminar ini sengaja dirancang untuk menjawab kebutuhan guru akan pembelajaran STEM yang aplikatif dan mudah diterapkan di kelas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa STEM bukanlah pendekatan yang rumit. Dengan kreativitas guru dan pemanfaatan potensi lingkungan sekitar, pembelajaran STEM dapat diterapkan secara sederhana, menyenangkan, dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik,” tuturnya.

Seminar yang dipandu moderator Dr. Husamah, M.Pd., dosen Pendidikan Biologi UMM, menghadirkan dua narasumber Murni Ramli, S.P., M.Si., Ed.D. dari Universitas Sebelas Maret, dan Dr. Nurwidodo, M.Kes., dosen Pendidikan Biologi UMM.

Murni Ramli menegaskan bahwa kunci keberhasilan STEM bukan pada canggihnya teknologi yang dipakai, melainkan kemampuan guru mengaitkan materi ajar dengan persoalan nyata yang dihadapi siswa.

“Esensi STEM bukan terletak pada penggunaan teknologi yang canggih, melainkan bagaimana guru mampu menghadirkan pengalaman belajar yang autentik sehingga siswa terbiasa berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan memecahkan masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Nurwidodo menyoroti pentingnya memberi ruang eksplorasi bagi siswa lewat proyek-proyek sederhana yang dekat dengan keseharian mereka.

“Implementasi STEM tidak harus mahal dan rumit. Yang terpenting adalah bagaimana siswa dilibatkan dalam proses menemukan, mencoba, menganalisis, hingga menghasilkan solusi atas persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sepanjang acara, peserta aktif melontarkan pertanyaan seputar strategi merancang pembelajaran STEM, asesmen berbasis proyek, hingga pengalaman lapangan penerapannya di berbagai jenjang pendidikan.

Dr. Husamah menilai tingginya partisipasi ini sebagai cerminan besarnya kebutuhan penguatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan STEM.

“Seminar ini bukan sekadar forum berbagi materi, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan untuk saling menginspirasi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna di sekolah,” katanya.

Ia berharap sinergi dengan MGMP ini tidak berhenti di seminar, melainkan berlanjut dalam bentuk pelatihan, penelitian, pendampingan, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Agar mempercepat lahirnya inovasi pembelajaran STEM di Indonesia,” pungkasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *