BeritaPemerintahan

Tongkang “Trand Asia PB.5” Terbalik di Selat Pulau Mamburit, Tidak Ada Korban Jiwa

Avatar
195
×

Tongkang “Trand Asia PB.5” Terbalik di Selat Pulau Mamburit, Tidak Ada Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini
Tongkang "Trand Asia PB.5" Terbalik di Selat Pulau Mamburit, Tidak Ada Korban Jiwa
Kecelakaan Laut Tongkang "Trand Asia PB.5". (Foto: Humas Polres Sumenep)

Mediapribumi.id, Sumenep — Kecelakaan laut terjadi di perairan Selat Pulau Mamburit, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Kamis (26/02/2026) sekitar pukul 14.09 WIB.

Tongkang TK Trand Asia PB.5 yang digandeng kapal TB DC 9 GT 151 dilaporkan mengalami kebocoran hingga miring dan akhirnya terbalik. Peristiwa tersebut terjadi di koordinat 6° 50′ 7.92” LS dan 115° 13′ 42.6” BT, tepatnya di perairan Selat Pulau Mamburit, Kecamatan Arjasa.

Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti, menjelaskan bahwa tongkang tersebut sebelumnya telah mengalami kandas sekitar satu bulan lalu. Setelah itu, tongkang diketahui mengalami kebocoran.

“Pada Kamis, 26 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, kami menerima informasi dari anggota Syahbandar Kangean bahwa telah terjadi laka laut terhadap TK Trand Asia PB.5 yang digandeng TB DC 9 GT 151 dan dalam kondisi kandas,” ujar Kompol Widiarti.

Beberapa hari setelah kandas, tongkang dilaporkan mengalami kebocoran yang semakin parah. Muatan batu bara kemudian dipindahkan ke tongkang lain.

Namun, akibat dihantam ombak di perairan Selat Pulau Mamburit, tongkang tersebut mengalami kemiringan hingga akhirnya terbalik. Sebagian muatan batu bara dilaporkan tumpah ke laut.

Meski demikian, seluruh pekerja dan mandor berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat dalam kondisi selamat.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya.

Terkait penanganan, jajaran kepolisian perairan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim SAR gabungan juga diaktifkan, melibatkan Ditpolairud Polda Jatim, Satpolairud Polres Sumenep, Basarnas, BPBD Kabupaten Sumenep, serta komunitas nelayan dan masyarakat pesisir setempat.

Langkah tersebut dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Polri dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, laporan perkembangan kejadian juga telah disampaikan kepada pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pemantauan, lanjut Widi, jarak tempuh dari Pelabuhan Kalianget menuju perairan Pulau Kangean diperkirakan sekitar 90 mil laut. Kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian dilaporkan bergelombang dengan arah angin barat hingga barat laut, kecepatan angin 6,7–15 knots dan hembusan mencapai 7,8–18 knots, serta tinggi gelombang sekitar 0,8–0,9 meter dalam kondisi air laut pasang.

“Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau dalam penanganan petugas gabungan,” tutupnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep