BeritaPemerintahan

DPRD Sumenep Dorong Penambahan Armada Kapal Mudik ke Masalembu

Avatar
220
×

DPRD Sumenep Dorong Penambahan Armada Kapal Mudik ke Masalembu

Sebarkan artikel ini
DPRD Sumenep Dorong Penambahan Armada Kapal Mudik ke Masalembu
Anggota DPRD Sumenep Fraksi Nasdem, Ahmad Juhairi

Mediapribumi.id, Sumenep — Keterbatasan armada kapal menuju Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, dinilai berpotensi memicu kepadatan penumpang saat arus mudik Lebaran. DPRD Sumenep pun meminta adanya penambahan kapal serta pengawasan ketat terhadap penjualan tiket guna mengantisipasi penumpukan di pelabuhan.

Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII, Ahmad Juhairi, menjelaskan bahwa pada hari reguler, rute Masalembu umumnya dilayani Sabuk Nusantara 92 (SN 92) dari Pelabuhan Perak Surabaya. Sementara dari Pelabuhan Kalianget, layanan tersedia melalui SN 92 dan KM Bung Tomo.

“Kalau reguler hanya dilayani SN 92 dari Perak. Dari Kalianget ada SN 92 dan KM Bung Tomo. Tapi saat musim mudik, itu sangat kurang. Perlu ditambah minimal satu armada lagi,” ujarnya, Minggu (22/02/2026).

Ia menuturkan, kebutuhan transportasi laut meningkat signifikan menjelang Lebaran. Selain pemudik dari Jawa dan Bali, banyak warga Masalembu yang merantau ke berbagai daerah bahkan luar negeri turut kembali ke kampung halaman.

“Selain dari Jawa dan Bali, juga ada masyarakat Masalembu yang dari luar negeri, khususnya Malaysia. Ada juga yang merantau ke Kalimantan. H-7 biasanya sudah mulai penuh,” katanya.

Menurut Ahmad Juhairi, kepastian jadwal kapal khusus mudik perlu diumumkan jauh hari sebelum Lebaran. Informasi tersebut penting agar calon penumpang dapat merencanakan keberangkatan dengan baik, termasuk mengetahui kapasitas angkut kapal.

“Jadwal kapal khusus mudik harus sudah ada kepastian dan terpublikasi jauh-jauh hari sebelum mudik. Termasuk soal kapasitas jumlah penumpang yang bisa ditampung. Karena sering kali calon pemudik sudah tiba di pelabuhan, tetapi tidak tertampung,” ujarnya.

Selain penambahan armada, ia juga meminta pengawasan ketat terhadap sistem distribusi tiket untuk mencegah praktik percaloan.

“Pembelian tiket harus dipastikan tidak ada oknum yang mempermainkan penjualan tiket atau calo yang merugikan calon pemudik,” tegasnya.

Ahmad Juhairi turut menyoroti perbedaan layanan transportasi laut di sejumlah wilayah kepulauan. Untuk rute Kangean, selain dilayani KM Sabuk Nusantara, tersedia pula kapal Holalo, DBS, dan Express. Sementara rute Masalembu saat ini hanya dilayani KM Sabuk Nusantara dan KM Bung Tomo.

“Masyarakat Masalembu berharap kapal jenis Holalo, DBS, dan Express juga bisa melayani rute ke Masalembu, sehingga ada perlakuan yang adil,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan transportasi laut harus mengedepankan prinsip kesetaraan bagi seluruh masyarakat kepulauan, baik dari sisi jumlah armada, jenis kapal, maupun kualitas layanan.

“Sesuai kewenangan, selain memaksimalkan pengawasan, kami juga akan terus mendorong adanya regulasi dan anggaran yang mendukung penyediaan transportasi laut yang memadai dan berkualitas serta mengedepankan prinsip kesetaraan untuk seluruh masyarakat kepulauan,” katanya.

Arus mudik menuju Pulau Masalembu diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring mendekatnya Idul Fitri.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep