BeritaMigasSosial Budaya

Festival Pesisir 4 SKK Migas-HCML Memukau Warga Giligenting, Ratusan Penampil Lokal Tampil Totalitas

Avatar
581
×

Festival Pesisir 4 SKK Migas-HCML Memukau Warga Giligenting, Ratusan Penampil Lokal Tampil Totalitas

Sebarkan artikel ini
Festival Pesisir 4 SKK Migas-HCML Memukau Warga Giligenting, Ratusan Penampil Lokal Tampil Totalitas

Mediapribumi.id, Sumenep — Festival Pesisir 4 bertema Lengghi kembali berhasil memukau masyarakat Pulau Giligenting, Sabtu (6/12/2025). Gelaran tahunan yang diprakarsai SKK Migas – HCML tersebut menghadirkan pementasan drama teaterikal kolosal yang melibatkan 164 warga lokal sebagai penampil utama.

Festival Pesisir 4 tidak hanya menyuguhkan pagelaran budaya, tetapi juga berbagai kegiatan sosial. Pada siang hari, digelar bakti sosial mulai dari santunan anak yatim, penyerahan bantuan sepatu dan tas sekolah melalui program Langkah Baik HCML, serta pemberian makanan bergizi tambahan bagi balita dalam program HCML untuk Masa Depan.

Selain itu, dilakukan sosialisasi pencegahan stunting, penyerahan peralatan posyandu bagi 14 posyandu di empat desa, hingga khitanan massal.

Pada malam hari, acara dilanjutkan dengan PPM Awards untuk tiga kategori—Program Terbaik, The Best Team, dan Man of The Year—diikuti penyerahan penghargaan dari berbagai pemangku kepentingan kepada SKK Migas – HCML. Puncaknya, pagelaran seni Lengghi: Ekspresi Budaya Giligenting menjadi sajian utama yang paling ditunggu.

Ratusan warga yang terdiri dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa itu telah berlatih intensif selama dua bulan di bawah arahan seniman Tabun Educulture. Hasilnya, panggung di Taman Desa Galis dipadati penonton dari empat desa, yakni Galis, Aenganyar, Bringsang, dan Gedugan, yang antusias menyaksikan penampilan spektakuler tersebut.

Meskipun kondisi tanah becek akibat hujan, antusiasme warga tidak surut. Mereka berdesakan ke depan panggung untuk melihat lebih dekat para putra-putri Giligenting tampil dengan penuh totalitas.

“Saya terharu karena teringat ayah dan kakek saya yang juga nelayan. Baru pertama kali ada pertunjukan seperti ini di Pulau Giligenting,” ungkap Miskali, warga Desa Gedugan yang tampak menangis usai menyaksikan pementasan yang mengangkat kisah perjuangan hidup para nelayan.

Sementara, Pimpinan Tabun Educulture, Kiai Turmidzi Djaka, mengapresiasi semangat para penampil.

“Pagelaran ini tidak mungkin terlaksana tanpa semangat para talent dan dukungan orang tua yang mengizinkan anak-anaknya berlatih selama berbulan-bulan,” ujarnya.

Manager Regional Office and Relations HCML Jawa Timur, Hamim Tohari, menyampaikan bahwa Festival Pesisir digelar sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian budaya lokal.

“Tujuannya agar nilai luhur budaya dapat dipahami generasi berikutnya dan tidak luntur,” ujarnya.

Hamim juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sumenep dan masyarakat atas dukungan terhadap operasional HCML.

“Mustahil operasional kami berjalan lancar tanpa dukungan semua pihak,” imbuhnya.

Ia menegaskan komitmen HCML untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga lingkungan.

“Sinergi pemerintah dan SKK Migas – HCML harus terus dijaga agar memberi manfaat luas kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Kepala DPMD, Anwar Syahroni Yusuf, turut mengapresiasi kontribusi besar HCML bagi masyarakat Sumenep.

“Kontribusi HCML sangat besar, terutama dalam pelayanan dasar seperti kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya,” jelas Anwar.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi Pemkab Sumenep dan HCML akan terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

“Kami percaya sinergi yang baik dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan tata lingkungan yang hijau, khususnya di wilayah kepulauan. Ini komitmen kita bersama,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep