Berita

UMM Dorong Pembelajaran Berbasis Nilai dan Refleksi Lewat Webinar Visiting Professor

Avatar
243
×

UMM Dorong Pembelajaran Berbasis Nilai dan Refleksi Lewat Webinar Visiting Professor

Sebarkan artikel ini
UMM Dorong Pembelajaran Berbasis Nilai dan Refleksi Lewat Webinar Visiting Professor

Mediapribumi.id, MALANG – Program Magister Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar kegiatan akademik inspiratif bertajuk Webinar Visiting Professor dengan tema “Model Pembelajaran OIDDE dan Implementasinya dalam Pembelajaran Mendalam.” Sabtu (1/11/2025) menghadirkan Prof. Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd. sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta—terdiri atas mahasiswa S1 hingga S3, peneliti, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia—berlangsung interaktif dan reflektif. Diskusi dipandu oleh Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Biologi UMM, yang berhasil menghidupkan suasana dengan gaya moderasi yang inspiratif.

Dalam paparannya, Prof. Atok memperkenalkan model pembelajaran OIDDE (Orientation, Identify, Discussion, Decision, Engage), hasil penelitian yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan etis dalam proses belajar. Menurutnya, pembelajaran mendalam (deep learning) tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan berpikir kritis, tetapi juga membutuhkan kesadaran moral dan etika.

“Belajar mendalam berarti memahami dengan hati dan berpikir dengan nurani. Model OIDDE membantu siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga merenungkan nilai-nilai moral dan membuat keputusan yang bertanggung jawab,” ujar Prof. Atok.

Ia menjelaskan, OIDDE menempatkan siswa sebagai pembelajar aktif yang mampu menghubungkan teori dengan realitas sosial. Lima tahap dalam model ini—mulai dari Orientation hingga Engage—mendorong siswa untuk berpikir reflektif, mengambil keputusan etis, dan menerapkan hasil belajar dalam tindakan nyata yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

“OIDDE mengajarkan bahwa setiap keputusan dalam sains memiliki implikasi etis. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga arif dalam bertindak,” tambahnya.

Moderator kegiatan, Dr. Husamah, menegaskan bahwa pendekatan OIDDE sejalan dengan arah transformasi pendidikan abad ke-21 yang menuntut integrasi antara kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan kesadaran etis.

“Berpikir kritis tanpa etika hanya akan melahirkan teknolog yang cerdas tetapi tanpa empati. Sedangkan etika tanpa kemampuan berpikir ilmiah berhenti pada dogma. Keduanya harus berjalan beriringan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Program Magister Pendidikan Biologi UMM tengah mengembangkan riset terkait penerapan OIDDE dalam pendidikan lingkungan dan pembelajaran berbasis nilai Islam, yang menekankan pentingnya pembelajaran reflektif—bukan hanya menjawab apa dan bagaimana, tetapi juga mengapa dan untuk apa suatu konsep dipelajari.

Menutup sesi webinar, Prof. Atok menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya mencetak manusia cerdas, tetapi juga manusia bermoral dan bertanggung jawab sosial.

“Pendidikan harus melahirkan manusia yang berpikir mendalam sekaligus berperilaku bermoral. Di situlah OIDDE menemukan maknanya—sebagai model yang menghidupkan kembali nilai kemanusiaan dalam proses belajar,” tutupnya.

Acara ini juga mendapat tanggapan positif dari peserta, salah satunya Dr. Evita Anggereini, M.Si. dari Universitas Jambi. Ia menilai bahwa model OIDDE sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

“Model ini mengajarkan keberanian berpikir sekaligus kebijaksanaan moral. Guru dan dosen perlu menuntun siswa agar berani berdiskusi namun tetap menghormati perbedaan pandangan,” ujarnya.

Dr. Evita juga mendorong agar OIDDE menjadi dasar kolaborasi riset lintas universitas untuk memperkuat literasi ilmiah dan literasi etis di dunia pendidikan.

Menumbuhkan Manusia Reflektif dan Bermoral

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep