Mediapribumi.id, Sumenep — Dalam momentum Hari Jadi Sumenep ke-756 bertema “Ngopeni Sumenep”, Ketua Gerakan Guru Ngaji Sumenep (Gergaji), Amir Syarifuddin, merekomendasikan delapan poin penting yang diharapkan menjadi fokus program prioritas pemerintah daerah ke depan.
Menurut Amir, delapan poin tersebut merupakan semangat gotong royong dan kepedulian sosial khas masyarakat Sumenep yang dikemas dalam konsep “Ngopeni”.
“Ngopeni Sumenep artinya menjaga, merawat, dan mengembangkan. Kalau semua elemen ikut terlibat dalam semangat ini, Sumenep akan menjadi kabupaten yang Bajra, Molja, tor Parjuga — maju, makmur, dan sejahtera,” ujar Amir, Jumat (31/10/2025).
Amir kemudian merinci delapan fokus gerakan Ngopeni yang diusulkan Gergaji, yakni:
1. Ngopie (Ngopeni Elmu) – meningkatkan perhatian pada dunia pendidikan dan pengembangan ilmu.
2. Ngogung (Ngopeni Guru Ngaji) – memperjuangkan kesejahteraan dan penghargaan terhadap guru ngaji.
3. Ngoat (Ngopeni KasehAtan) – memperkuat layanan kesehatan dan kesadaran hidup sehat masyarakat.
4. Ngorak (Ngopeni Rakyat) – memastikan keberpihakan pada rakyat kecil dalam setiap kebijakan.
5. Ngolak (Ngopeni KaLakoan) – mendukung pelaku ekonomi lokal dan pengembangan UMKM.
6. Ngobu (Ngopeni Budaja) – menjaga serta mengembangkan warisan budaya Sumenep.
7. Ngope (Ngopeni Petani) – meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.
8. Ngoma (Ngopeni Agama) – memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menilai, jika delapan semangat Ngopeni tersebut diimplementasikan secara konsisten dalam kebijakan publik, Sumenep akan mampu melompat lebih jauh sebagai daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan.
“Guru ngaji harus menjadi teladan dalam gerakan Ngopeni ini. Karena dari ilmu dan nilai-nilai agama yang kita rawat, akan lahir masyarakat yang cerdas, beradab, dan beriman,” tandasnya.













