BeritaMigas

Suplai Hasil Produksi Migas oleh HCML di Jawa Timur Diklaim Terbanyak, Ini Faktanya

Avatar
1103
×

Suplai Hasil Produksi Migas oleh HCML di Jawa Timur Diklaim Terbanyak, Ini Faktanya

Sebarkan artikel ini
Suplai Hasil Produksi Migas oleh HCML di Jawa Timur Diklaim Terbanyak, Ini Faktanya
Manager Regional Office dan Relations HCML, Hamim Tohari, dalam Konferensi Pers di Hotel Morazen, Surabaya

Mediapribumi.id, Surabaya — Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) mengklaim sebagai penyumbang terbesar minyak dan gas untuk Jawa Timur, yang semua hasil produksinya didistribusikan di regional Jawa Timur.

“Kami memproduksi migas terbanyak di Jawa Timur, yakni 60 persen dari seluruh kebutuhan,” jelas Manager Regional Office dan Relations HCML, Hamim Tohari, dalam Konferensi Pers di Hotel Morazen, Surabaya. Selasa (30/09/2025).

Ia menjelaskan, HCML yang memiliki sumur di tiga wilayah, yakni Sumenep, Sampang dan Pasuruan, dengan produksi terbanyak di Jawa Timur, menyuplai hasil produksinya terutama untuk Pupuk, PLN dan industri lain.

Menurutnya, dengan suplai ke sektor pupuk dan PLN, menjadi bentuk komitemen dukungannya terhadap Visi Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yakni swasebada energi dan ketahanan pangan.

Dilansir dari ruangenergi.com, hingga tahun 2024, rata-rata penjualan gas HCML setiap tahun sebanyak 215 MMSCFD. Bahkan, Hamim Tohari mengklaim pada tahun 2025 ini diperkirakan mencapai 220 MMSCFD.

Sementara, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas, Febrian Ihsan, menjelaskan seluruh KKKS ditunjuk oleh pemerintah untuk mencari migas demi ketahanan energi nasional.

Menurutnya, eksplorasi migas dapat berjalan dan menghasilkan produksi yang banyak dengan dukungan masyarakat.

Selain itu, KKKS berkewajiban untuk mendorong pertumbuhan masyarakat melalui Program Pembinaan Masyarakat (PPM).

“PPM ini adalah program berkelanjutan yang ditargetkan agar masyarakat bisa mandiri baik secara ekonomi dan sebagainya,” terangnya.

Febrian menerangkan, HCML di wilayah kerjanya sudah menjalankan PPM tersebut, seperti beberapa produk unggulan yang dijalankan seperti beasiswa pendidikan.

“Kami menyadari, migas bukan energi terbarukan, sehingga ketika habis persediannya, KKKS pergi, masyarakat sudah mandiri,” tandasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep