BeritaKesehatan

Lonjakan Kasus Campak di Sumenep, Pemprov Jatim Luncurkan Imunisasi Massal

Avatar
240
×

Lonjakan Kasus Campak di Sumenep, Pemprov Jatim Luncurkan Imunisasi Massal

Sebarkan artikel ini
Lonjakan Kasus Campak di Sumenep, Pemprov Jatim Luncurkan Imunisasi Massal
Kepala Dinkes Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono.

Mediapribumi.id, Sumenep — Lonjakan kasus campak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Hingga Sabtu (23/08/2025), tercatat lebih dari 2.000 kasus campak dengan 17 korban meninggal dunia.

Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, Pemprov Jatim turun langsung ke Sumenep untuk merumuskan langkah strategis penanggulangan penyebaran penyakit menular ini.

Program ini melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), serta pemerintah desa di seluruh wilayah Sumenep.

“Kami sudah berdiskusi dengan pemerintah daerah terkait langkah preventif, kuratif, dan promotif dalam menangani kasus campak,” ujar Kepala Dinkes Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono saat ditemui di Sumenep, Sabtu (23/08/2025).

Sebagai upaya pencegahan, Pemprov Jatim akan meluncurkan program imunisasi massal yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Agustus hingga 14 September 2025.

Dari 17 pasien yang sempat mengalami kondisi serius, 16 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Sementara itu, Pemprov Jatim terus memantau perkembangan kondisi pasien lainnya serta ketersediaan fasilitas kesehatan di daerah terdampak.

Pemprov juga mengimbau masyarakat untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas layanan terdekat sebagai bagian dari deteksi dini dan pencegahan penularan.

“Kami harap masyarakat tidak menunda untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit bila muncul gejala campak. Pencegahan adalah kunci,” tegasnya.

Pemerintah berharap, dengan kolaborasi lintas instansi dan dukungan masyarakat, lonjakan kasus campak di Sumenep dapat segera ditekan serta dicegah penyebarannya ke wilayah lain di Madura maupun Jawa Timur.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep