BeritaKesehatan

15 Jam Perjalanan Panjang Rujukan Ibu Hamil dari Pulau Pagerungan ke Daratan Sumenep

Avatar
×

15 Jam Perjalanan Panjang Rujukan Ibu Hamil dari Pulau Pagerungan ke Daratan Sumenep

Sebarkan artikel ini
15 Jam Perjalanan Panjang Rujukan Ibu Hamil dari Pulau Pagerungan ke Daratan Sumenep
Perahun yang digunakan untuk merujuk pasien di malam hari, oleh Bidan Yuli, Puskesmas Pagerungan Besar.

Mediapribumi.id, Sumenep — Perjuangan panjang dan penuh risiko harus dilalui tenaga kesehatan dalam merujuk seorang ibu hamil dengan kondisi risiko tinggi dari wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep. Proses rujukan yang melibatkan perjalanan darat dan laut berjam-jam ini akhirnya berbuah manis, dengan keselamatan ibu dan bayi yang berhasil diselamatkan.

Ibu hamil bernama Nur (41), warga Pagerungan Kecil, Sapeken, diketahui mengalami kondisi Ketuban Pecah Dini (KPD) yang berisiko tinggi terhadap keselamatan ibu dan janin. Ia dirujuk pada pukul 00.30 WIB ke Pagerungan Besar, setelah dilakukan tindakan, diputuskan harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap di daratan Kota Sumenep.

Bidan Koordinator (Bikor) Puskesmas Pagerungan Besar, Yuliani, menjelaskan bahwa proses rujukan dimulai pada Sabtu (18/7/2026).
Setelah penanganan awal, pasien kemudian dirujuk lebih lanjut ke daratan utama Sumenep.

Perjalanan dimulai dari Pagerungan Besar sekitar pukul 01.00 WIB dan tiba di Pelabuhan Kayuaru pada pukul 03.00 WIB. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dari Pelabuhan Kayuaru, Kecamatan Kangayan, menuju Pelabuhan Batu Guluk menggunakan ambulans darat selama sekira dua jam, yakni pukul 06.00 hingga 08.30 WIB.

Setibanya di Batu Guluk, tim medis berupaya mengejar jadwal kapal cepat. Perjalanan laut kembali ditempuh menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Batu Guluk menuju Kalianget selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 09.00 hingga tiba pada pukul 14.30 WIB.

Sesampainya di Pelabuhan Kalianget, pasien langsung dijemput ambulans dan dibawa ke RSUD Moh Anwar Sumenep dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, hingga tiba pukul 15.00 WIB.

“Alhamdulillah, bayi lahir dengan selamat dan dalam kondisi sehat,” ujar Yuliani. Minggu (19/7/2026).

Ia juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit. Menurutnya, tim medis di RSUD Moh Anwar Sumenep sangat sigap dan profesional dalam menangani pasien rujukan.

“Pelayanan di RSUD sangat baik, terutama tim ‘Sigap Ibu’ Kabupaten Sumenep yang sudah bekerja dengan terencana dan terkoordinasi dari semua lini,” ungkapnya.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, khususnya dalam penanganan kasus kegawatdaruratan ibu hamil.

Koordinasi lintas sektor, kesiapan transportasi, serta kecepatan tenaga medis menjadi faktor kunci dalam menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.

“Kami sebagai bida kepulauan Sapeken, akan selalu berusaha membantu keselamatan ibu dan anak saat dirujuk, meski harus berselimut ombak, dan geografis yang tidak mudah,” tukasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *