BeritaPemerintahan

Wabup Sumenep Sampaikan Nota Keuangan APBD Perubahan 2026 di Rapat Paripurna DPRD

Avatar
×

Wabup Sumenep Sampaikan Nota Keuangan APBD Perubahan 2026 di Rapat Paripurna DPRD

Sebarkan artikel ini
Wabup Sampaikan Nota Keuangan APBD Perubahan 2026 di Rapat Paripurna DPRD
Wabup Sumenep KH Imam Hasyim Saat Menyampaikan Nota Keuangan.

Mediapribumi.id, Sumenep — Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menyampaikan Nota Keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Selasa (18/08/2026).

Dalam dokumen tersebut, proyeksi pendapatan daerah dipangkas sekitar Rp175,1 miliar, sementara anggaran belanja mengalami defisit Rp317 miliar lebih.

“Perubahan APBD adalah bentuk respons aktif pemerintah daerah terhadap perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran, sekaligus wujud penyesuaian rencana program dan kegiatan pemerintah daerah dalam melaksanakan pelayanan umum dan pembangunan,” katanya.

Berdasarkan nota keuangan yang dibacakan di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, target pendapatan daerah yang semula dipatok Rp2,47 triliun terkoreksi turun 7,09 persen menjadi Rp2,29 triliun.

Penurunan itu terutama dipicu oleh anjloknya target Pendapatan Transfer sebesar 10 persen, dari Rp2,12 triliun menjadi Rp1,91 triliun, akibat penyesuaian Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Desa, serta penetapan pagu definitif Bantuan Keuangan Khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Di sisi lain, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru diproyeksikan naik 12,20 persen, dari Rp334,3 miliar menjadi Rp375 miliar. Sementara pos Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah turun 10 persen menjadi Rp7,5 miliar.

Total belanja daerah pada perubahan APBD 2026 dirancang turun tipis 1,59 persen, dari Rp2,65 triliun menjadi Rp2,61 triliun. Namun penurunan itu tidak merata di semua pos. Belanja Operasi dan Belanja Modal justru naik, masing-masing 1,97 persen dan 32,37 persen, sedangkan Belanja Transfer dipangkas hingga 28,01 persen menjadi Rp394,3 miliar.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada pos Belanja Tidak Terduga, yang melonjak 525,50 persen dari semula Rp5 miliar menjadi Rp31,2 miliar. Lonjakan drastis pada pos ini biasanya dikaitkan dengan antisipasi kebutuhan mendesak atau kondisi darurat yang tidak tertampung dalam APBD murni.

Selisih antara pendapatan dan belanja daerah menghasilkan defisit sebesar Rp317,03 miliar. Angka ini kemudian ditutup melalui surplus pembiayaan netto dengan nilai yang sama, yang bersumber dari kenaikan Penerimaan Pembiayaan sebesar 69,14 persen menjadi Rp317 miliar. Kenaikan tersebut diperkirakan berasal dari optimalisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya.

“Adapun pos Pengeluaran Pembiayaan yang semula dianggarkan Rp3,2 miliar dipangkas seluruhnya menjadi nol rupiah,” tuturnya.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perubahan APBD 2026 disusun mengacu pada sejumlah regulasi terbaru, di antaranya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 372 Tahun 2025 tentang perubahan rincian Dana Alokasi Umum untuk mendukung pembayaran THR dan gaji ketiga belas guru ASN daerah, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7 Tahun 2026 tentang pengelolaan Dana Desa, serta surat edaran Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri terkait penyelesaian tunggakan iuran Jaminan Kesehatan.

Wabup menambahkan bahwa perubahan anggaran juga mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi regional, dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat, kebijakan fiskal nasional yang memengaruhi transfer dana pusat, efisiensi belanja, hingga upaya intensifikasi Pendapatan Asli Daerah.

“Kami berharap pembahasan Raperda Perubahan APBD ini dapat berjalan lancar bersama DPRD, sehingga penyesuaian program dan kegiatan pemerintah daerah pada semester kedua tahun ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumenep,” tutupnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *