BeritaMigas

Memahami Hulu Migas, Industri yang Bekerja di Balik Energi Sehari-hari

Avatar
×

Memahami Hulu Migas, Industri yang Bekerja di Balik Energi Sehari-hari

Sebarkan artikel ini

Mediapribumi.id, Sumenep — Ketika masyarakat membeli bahan bakar di stasiun pengisian atau menggunakan gas untuk kebutuhan sehari-hari, perhatian umumnya tertuju pada sektor hilir yang bersentuhan langsung dengan konsumen. Padahal, jauh sebelum energi tersebut sampai ke masyarakat, terdapat rangkaian panjang kegiatan di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

Sektor hulu migas merupakan bagian awal dari rantai industri migas yang mencakup kegiatan pencarian dan pengembangan sumber daya hingga produksi minyak dan gas. Karena berada di balik proses tersebut, aktivitasnya relatif tidak banyak terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi inilah yang dinilai dapat menimbulkan kesenjangan pemahaman publik terhadap karakteristik industri hulu migas.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi (Prokom) SKK Migas, Heru Setyadi, mengatakan sektor hulu migas memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri yang langsung berhadapan dengan konsumen.

“Kami melihat ada yang over ekspektasi. Pertemuan ini (Lokakarya Media Jabanusa) menjadi penting untuk membicarakan hal ini, sehingga ada persepsi yang sama,” ujar Heru dalam kegiatan bersama media di Yogyakarta. Kamis (17/9/2026).

Menurut Heru, memahami karakteristik hulu migas menjadi penting karena sektor ini bukan industri dengan proses produksi yang sederhana. Kegiatan eksplorasi dan produksi membutuhkan modal besar, teknologi tinggi, tenaga kerja yang memiliki kompetensi khusus, serta menghadapi risiko yang tinggi.

Di sisi lain, sumber daya migas bersifat tidak terbarukan. Artinya, minyak dan gas yang diproduksikan berasal dari cadangan alam yang jumlahnya terbatas dan tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat.

Karena karakteristik tersebut, keberhasilan kegiatan hulu migas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis. Dukungan masyarakat dan pemahaman publik juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan operasi.

“Dukungan media mempermudah komunikasi dengan masyarakat terkait manfaat industri hulu migas. Jika masyarakat tidak mendukung, kegiatan operasi bisa terhenti,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Heru menilai media memiliki peran penting. Media tidak hanya menyampaikan informasi dari industri kepada masyarakat, tetapi juga dapat membantu menjelaskan konteks kegiatan hulu migas, termasuk kondisi lingkungan dan sosial di sekitar wilayah operasi.

Peran tersebut menjadi penting karena informasi mengenai hulu migas sering kali membutuhkan penjelasan yang lebih kontekstual. Masyarakat perlu mengetahui bahwa aktivitas industri tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan investasi, teknologi, keselamatan, lingkungan, tenaga kerja, serta manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Karena itu, komunikasi antara industri, media, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi satu arah. Dialog diperlukan agar publik memperoleh informasi yang lebih utuh dan memiliki ruang untuk memahami sekaligus menyampaikan persoalan yang muncul di wilayah operasi.

“Kemitraan yang baik antara SKK Migas dan media tidak hanya terletak pada penyampaian informasi, tetapi juga pada terbangunnya pemahaman yang sama dan kepercayaan di antara kedua belah pihak, sehingga sajian informasi menjadi utuh dan tepat di publik,” pungkas Heru.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *