BeritaPemerintahan

POKJA 1 TP PKK Kabupaten Sumenep Gencar Edukasi Pesantren, Tekan Angka Perkawinan Anak

Avatar
270
×

POKJA 1 TP PKK Kabupaten Sumenep Gencar Edukasi Pesantren, Tekan Angka Perkawinan Anak

Sebarkan artikel ini
POKJA 1 TP PKK Kabupaten Sumenep Gencar Edukasi Pesantren, Tekan Angka Perkawinan Anak

Mediapribumi.id, Sumenep — Dalam upaya menekan angka perkawinan usia anak, Kelompok Kerja (Pokja) 1 TP PKK Kabupaten Sumenep mengambil langkah strategis dengan menyasar lingkungan pesantren sebagai pusat edukasi.

Program ini bertujuan menjadikan para santri dan pengasuh pesantren sebagai agen perubahan untuk menyebarkan pemahaman tentang bahaya perkawinan dini sekaligus pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Ketua Pokja 1 TP PKK Kabupaten Sumenep, Annisa Dwi Sofiah, S.P, menjelaskan bahwa pesantren menjadi salah satu titik strategis untuk dilakukan sosialisasi. Pasalnya, mayoritas santri yang menempuh pendidikan di pesantren masih berada pada usia remaja, kelompok yang rentan terhadap perkawinan usia anak (PUA).

“Pondok pesantren merupakan wahana belajar bagi santri yang secara umum masih berusia remaja. Sehingga sosialisasi yang dilakukan bisa berdampak kepada sasaran dengan jumlah yang cukup banyak,” ungkap Annisa, Senin (01/09/2025).

Dalam sosialisasi tersebut, Pokja 1 TP PKK memberikan edukasi menyeluruh tentang dampak negatif perkawinan anak, mulai dari sisi kesehatan, psikologis, hingga sosial. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan santri dan pengasuh pesantren agar bersama-sama mencegah praktik perkawinan dini.

Tak hanya fokus pada isu perkawinan anak, kegiatan ini juga menggandeng Pengadilan Agama dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sumenep untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Sinergi lintas lembaga ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam melindungi hak-hak anak dan membentuk generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman narkotika.

Annisa, yang akrab disapa Bu Anis, menegaskan bahwa pihaknya tidak berhenti pada tahap sosialisasi saja. Pokja 1 TP PKK Kabupaten Sumenep akan melakukan monitoring dan evaluasi pasca-kegiatan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas edukasi yang diberikan kepada para santri dan pengasuh pesantren.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak nyata dan meningkatkan kualitas remaja, khususnya agar mereka mampu menunda usia perkawinan sampai usia ideal dan menjauhi penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep