Mediapribumi.id, Sumenep — Suasana berbeda terlihat pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI (UPI) Sumenep tahun 2025. Jika biasanya PKKMB identik dengan seremonial penyambutan dan pengenalan kampus, kali ini lebih dari 600 mahasiswa baru justru memulai langkah awal mereka dengan aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Bertajuk “Menagih Janji Bupati Sumenep”, kegiatan ini dikemas dalam konsep refleksi kemerdekaan. Bukan sekadar mengenalkan kehidupan kampus, panitia PKKMB ingin membangun kesadaran sosial mahasiswa sejak hari pertama mereka mengenakan almamater.
Ketua BEM UPI Sumenep, Moh. Nurul Hidayatullah, menegaskan bahwa PKKMB tahun ini sengaja dikonsep berbeda agar mahasiswa baru tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah.
“Kami ingin mahasiswa baru sadar sejak awal, mereka punya peran penting sebagai agen perubahan. Kampus bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang untuk mengasah kepedulian sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana PKKMB 2025, Ahmad Salim, menekankan bahwa kegiatan ini bukanlah demonstrasi, melainkan pembelajaran langsung tentang partisipasi publik.
“Kami mengemasnya dalam bentuk refleksi kemerdekaan agar mahasiswa baru paham arti kebebasan berekspresi dan pentingnya menyuarakan aspirasi,” jelasnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa enam tuntutan utama terkait pembangunan daerah, mulai dari pemerataan pendidikan, keterbukaan pemerintah, hingga penuntasan kemiskinan ekstrem di Sumenep.
Kegiatan ini menuai perhatian publik karena menjadi salah satu bentuk PKKMB paling unik di Jawa Timur. Bagi para mahasiswa baru, aksi ini menjadi pengalaman pertama mereka menyuarakan pendapat di hadapan pemerintah, sekaligus momentum awal mengenal realita sosial di daerahnya.
“Harapannya, pemerintah bisa mendengar dan menindaklanjuti apa yang disampaikan mahasiswa. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” pungkas Ahmad Salim













