Mediapribumi.id, Sumenep — SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia Ltd. (KEI) merealisasikan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) tahun 2025 di Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Berbagai bantuan diberikan, mulai dari sektor pertanian, pendidikan, keagamaan, hingga UMKM, yang seluruhnya berangkat dari kebutuhan nyata warga, sesuai hasil usulan masing-masing Kepala Desa (Kades).
Informasi yang diterima media ini, bahwa sebelumnya, di Desa Poteran, petani selama ini hanya mengandalkan tenaga manual dan hewan ternak untuk mengolah lahan. Kondisi tersebut sering membuat musim tanam terlambat.
“Kalau harus menunggu tenaga sapi, satu hektar bisa selesai berhari-hari. Terima kasih untuk KEI, bantuan ini sangat kami butuhkan,” kata Karrom, selaku ketua kelompok tani suka maju desa poteran.
Bantuan hand traktor dan traktor capung dari SKK Migas–KEI, kini dinilai memberi harapan baru. Proses pengolahan lahan jadi lebih cepat, sehingga produktivitas pertanian diharapkan meningkat.
Sementara itu, di Desa Kropoh, warga merasa lega atas bantuan rehab di Mushalla Nurul Yakin, dan anak-anak belajar di TK/RA Nurus Shaleh akan berlangsung nyaman, karena sebelumnya tidak memakai lantai keramik, dan atapnya sering bocor saat hujan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi warga, khususnya dalam menunjang kegiatan ibadah dan pendidikan anak-anak. Perbaikan mushalla dan TK/RA akan memberi manfaat jangka panjang bagi generasi muda Kropoh,” ungkap Musyyada, pengurus Mushalla.

Di Desa Brakas, perhatian tertuju pada LPQ Nurul Jazirah, tempat anak-anak belajar Al-Qur’an. Kondisi pagar yang rapuh membuat orang tua cemas dan perlu untuk memastikan keamanan dan kenyamanan.
“Kalau anak-anak mengaji malam hari, orang tua takut, karena pagar sudah rusak,” kata Syamsul, Kades Brakas.
Kini, dengan bantuan SKK Migas–KEI, pagar LPQ sudah diperbaiki sehingga suasana belajar lebih aman. Tak hanya itu, UMKM Desa Brakas juga mendapatkan bantuan berupa tenda dan box freezer untuk mendukung usaha kecil.
Syamsul mengapresiasi bantuan tersebut. “Pagar LPQ yang diperbaiki membuat lingkungan belajar anak-anak lebih aman. Selain itu, bantuan untuk UMKM seperti tenda dan box freezer akan sangat membantu pelaku usaha kecil meningkatkan usahanya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok UMKM Brakas Berseri Desa Brakas, Qiqy Takiyatun menilai, selama ini SKK Migas-KEI sudah sangat membantu peningkatan pelaku usaha kecil di desanya.
Ia merinci, dari pelatihan dan pendampingan. Tahun ini kelompoknya diberikan bantuan tenda UMKM dan box freezer. Menurutnya, keberadaan bantuan ini akan sangat mendukung pengembangan usaha kelompok UMKM.
“Selama ini, kami memang selalu dibantu oleh KEI. Bantuan ini akan membantu kami dalam peningkatan perekonomian,” ujar Qiqy.
Manager Public & Government Affair Kangean Energy Indonesia Ltd. (KEI) Kampoi Naibaho, menegaskan, setiap program dijalankan dengan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, melalui Pemerintah Desa (Pemdes).
“Kami tidak hanya memberi bantuan, tapi benar-benar mendengarkan apa yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, setiap program diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di lapangan, dari pertanian, pendidikan, hingga UMKM,” kata Kampoi.
Melalui program ini, SKK Migas–KEI berharap kolaborasi dengan masyarakat Raas terus terjalin erat, sehingga tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian warga dapat terwujud.
“Disamping kami juga berterima kasih atas partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan usulan, kami berharap bantuan PPM dapat digunakan dengan baik, selanjutnya, masih ada beberapa PPM akan segera kami realisasikan untuk tahun 2025, di Kecamatan Raas dan Sapeken,” tukasnya.













