Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong pengembangan korbisnis di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu BUMD yang telah menunjukkan perkembangan positif adalah PD Sumekar.
“Alhamdulillah, pada tahun 2024 kemarin, PD Sumekar sudah mulai memberikan kontribusi terhadap PAD, meskipun nilainya belum besar. Namun, dampaknya sudah terasa positif, terutama dalam pengembangan korbisnis,” kata Kepala Bagian Perekonomian, Energi, dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar. Sabtu (17/05/2025).
Salah satu langkah pengembangan korbisnis yang dilakukan adalah rencana kerja sama antara PT Sumekar dengan PD Sumekar dalam sektor Agribisnis dan Pengelolaan Hasil Tani (APHT).
Menurut Dadang, rencana ini telah melalui proses kajian dan analisis yang matang, sesuai dengan prinsip kehati-hatian yang diterapkan oleh Pemkab terhadap setiap lini bisnis baru yang digarap BUMD.
“Setiap pengembangan usaha harus melalui analisa dan kajian terlebih dahulu. Jika hasilnya diperkirakan akan merugikan, maka tidak akan dilanjutkan. Prinsipnya, kita ingin setiap langkah benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kondisi dua BUMD lainnya masih dalam kategori aman, meskipun tetap perlu ditingkatkan. Persaingan usaha yang semakin ketat, terutama di sektor perbankan, menjadi tantangan tersendiri.
BUMD perbankan yakni BPRS Bhakti Sumekar diharapkan mampu meluncurkan program-program unggulan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Program seperti SIMPEL, Berani Mekar, dan BBS Sekolah menjadi contoh inovasi yang diapresiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), karena mampu meningkatkan literasi dan edukasi keuangan masyarakat.
“Harapan kami, kelima BUMD yang ada tidak cepat berpuas diri. Teruslah berinovasi demi pelayanan optimal kepada masyarakat dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkas Dadang.













