Mediapribumi.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengintensifkan kolaborasi dengan Bulog dan ID Food guna menekan laju kenaikan harga minyak goreng menjelang bulan suci Ramadan. Langkah ini diwujudkan melalui penyaluran langsung Minyakita ke toko-toko binaan Bulog di wilayah Sumenep, Rabu (28/01/2026).
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menjelaskan bahwa keterlibatan Bulog dan ID Food menjadi kunci dalam memperpendek rantai distribusi Minyakita. Dengan distribusi yang lebih singkat, harga di tingkat konsumen diharapkan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Minyakita disalurkan langsung ke empat toko binaan Bulog, yaitu Toko Amar, Harapan Jaya, Pak Azam, dan Bu Yayak, dengan total 130 karton atau 1.300 liter,” kata Dadang dikutip dari Media Center Diskominfo Sumenep, Jumat (30/01/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga memasang banner HET di setiap titik penjualan sebagai bentuk transparansi harga kepada masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi instrumen pengawasan agar pedagang tidak menjual di atas harga yang telah ditetapkan, yakni Rp15.700 per liter.
Menurut Dadang, kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas kenaikan harga Minyakita di Sumenep yang mencapai 8,67 persen berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi pada 19 Januari 2026. Kondisi ini mendorong daerah untuk bertindak cepat agar lonjakan harga tidak berlanjut menjelang Ramadan.
“Selain distribusi langsung, kami juga meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan intensif di lapangan. Pedagang diingatkan agar menjual Minyakita langsung ke konsumen dan tidak memperjualbelikannya kembali ke pedagang lain,” tegasnya.













