Berita

Pemdes Saobi Serahkan Insentif kepada 16 Guru Ngaji, Murahman Minta Sarana Santri Juga Diperhatikan

Avatar
1212
×

Pemdes Saobi Serahkan Insentif kepada 16 Guru Ngaji, Murahman Minta Sarana Santri Juga Diperhatikan

Sebarkan artikel ini
Pemdes Saobi Serahkan Insentif kepada 16 Guru Ngaji, Murahman Minta Sarana Santri Juga Diperhatikan
Kades Saobi, Hosaini menyerahkan insetig guru ngaji.

Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Desa (Pemdes) Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan sumber daya manusia di bidang keagamaan. Kali ini, Pemdes menyalurkan insentif kepada para guru ngaji sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.

Sebanyak 16 orang guru ngaji di Desa Saobi menerima insentif yang disalurkan langsung oleh pemerintah desa. Penyerahan ini dilakukan dalam suasana penuh keakraban dan penghormatan terhadap jasa para pengajar agama tersebut.

Kepala Desa Saobi, Hosaini, menyampaikan bahwa pemberian insentif ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat desa, khususnya di sektor keagamaan.

“Guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak-anak kita. Mereka adalah garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini. Maka, sudah sewajarnya jika pemerintah desa turut memberikan perhatian dan apresiasi dalam bentuk insentif ini,” ujar Hosaini. Kamis (29/5/2025).

Ia menambahkan bahwa dana untuk insentif ini bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025, yang dialokasikan secara khusus untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.

Pemdes Saobi Serahkan Insentif kepada 16 Guru Ngaji, Murahman Minta Sarana Santri Juga Diperhatikan
Sejumlah guru ngaji menerima insentif dari pemdes Saobi.

“Kami ingin memastikan bahwa Dana Desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tapi juga untuk pembangunan sumber daya manusia. Pemberian insentif ini adalah salah satu wujudnya,” imbuhnya.

Pemberian insentif ini diharapkan dapat memotivasi para guru ngaji untuk terus istiqamah dalam mengajar serta memperkuat peran pendidikan nonformal di masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi contoh konkret bagaimana Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk membangun desa secara holistik.

Sementara, Salah satu guru ngaji, Ustad Murahman menilai, bahwa apresiasi yang diberikan oleh Pemdes Saobi, tidak menjadi tolak ukur utama dalam proses kegiatan keagamaan.

“Namun kami tetap bangga, karena pihak desa ada kepedulian terhadap para guru ngaji,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya berharap kepada Pemdes Saobi, untuk ikut memikirkan sarana prasarana mengaji, serta kepedulian terhadap para santri ngaji.

“Karena satri kami dibeberapa dusun juga banyak yang yatim, maka butuh perhatian. Sedangkan untuk sarana masih banyak perlu diperbaiki, agar santri kami nyaman belajar ngaji,” tukasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep