OpiniPendidikan

Menjejakkan Kaki di SMK Selandar, Melaka: Belajar dari Kehangatan dan Budaya Sekolah

Avatar
×

Menjejakkan Kaki di SMK Selandar, Melaka: Belajar dari Kehangatan dan Budaya Sekolah

Sebarkan artikel ini
Menjejakkan Kaki di SMK Selandar, Melaka: Belajar dari Kehangatan dan Budaya Sekolah

Oleh : Yanur Setyaningrum, M.Pd,
(Kepala SMP Muhammadiyah 1 Malang)

Memasuki hari kedua perjalanan kami bersama Majelis Dikdasmen dan Foskam Kota Malang, langkah kami kembali membawa sebuah pengalaman baru. Kali ini, kami menjejakkan kaki di Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Selandar, Melaka.

Sejak pertama kali tiba, kami disambut dengan kehangatan yang begitu tulus. Senyum ceria para siswa, keramahan para guru atau Cikgu, serta sambutan hangat dari Pengetua atau Kepala Sekolah membuat suasana terasa begitu akrab. Ada rasa haru sekaligus bahagia ketika melihat para siswa menyambut kedatangan kami dengan penuh kegembiraan.

Bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar melihat sebuah sekolah di negeri jiran. Lebih dari itu, kami datang untuk belajar, membuka wawasan, dan menemukan berbagai hal baik yang mungkin dapat kami bawa pulang untuk dikembangkan di sekolah kami.

Mengenal SMK Selandar

SMK Selandar merupakan sekolah menengah kebangsaan atau sekolah negeri di Malaysia. Peserta didiknya berada pada rentang usia kurang lebih 13 hingga 17 tahun, dengan masa pendidikan selama lima tahun. Jika dibandingkan dengan sistem pendidikan di Indonesia, jenjang ini kurang lebih merupakan perpaduan antara SMP dan SMA yang ditempuh dalam satu kesatuan selama lima tahun.

Jam belajar di sekolah ini juga relatif tidak jauh berbeda dengan sekolah di Indonesia. Sistem pembelajarannya berlangsung dalam pola full day school , sehingga siswa menghabiskan waktu yang cukup panjang di sekolah untuk mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun pengembangan keterampilan.

Satu hal yang cukup menarik perhatian kami adalah ukuran kelas yang relatif kecil. Dalam satu kelas, jumlah siswa maksimal sekitar 20 orang. Kondisi ini tentu memberikan ruang yang lebih luas bagi guru untuk memberikan perhatian dan pendampingan kepada setiap siswa.

Belajar dengan Pendekatan STEAM

Dalam proses pembelajaran, SMK Selandar menerapkan pendekatan *STEAM*, yang memadukan Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics. Pendekatan ini membuat pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kreatif, memecahkan masalah, berinovasi, dan menghasilkan sesuatu.

Yang semakin menarik, sekolah ini juga menyediakan berbagai kelas kemahiran atau keterampilan sesuai dengan minat siswa. Beberapa pilihan yang tersedia antara lain reka cipta, sains, ekonomi, sukan atau olahraga, serta menjahit.

Siswa tidak sekadar diperkenalkan pada keterampilan tersebut, tetapi dibimbing secara bertahap, mulai dari dasar hingga mencapai tingkat penguasaan yang lebih mahir. Filosofinya sederhana namun sangat bermakna: setiap anak memiliki potensi, dan potensi tersebut perlu diasah sesuai dengan minat serta bakatnya.

Harapannya, ketika menyelesaikan pendidikan, siswa tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia profesional.

Sukan sebagai Bagian dari Pendidikan

Hal lain yang menarik adalah kewajiban setiap siswa untuk memilih satu jenis sukan atau olahraga yang diminatinya.

Bagi kami, ini menunjukkan bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya berbicara tentang kecerdasan akademik. Aktivitas fisik, sportivitas, disiplin, kerja sama, dan ketekunan juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa.

Dengan demikian, sekolah berusaha mengembangkan siswa secara lebih utuh: cerdas dalam berpikir, terampil dalam berkarya, sehat secara fisik, dan matang dalam bersikap.

Keberagaman yang Menjadi Kekuatan

Bahasa yang digunakan dalam keseharian mayoritas adalah bahasa Melayu. Namun, suasana sekolah menunjukkan keberagaman yang sangat menarik. Para siswa berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya Melayu, Tionghoa, dan India.

Keberagaman tersebut justru menjadi bagian dari warna kehidupan sekolah. Mereka belajar bersama, berinteraksi, dan tumbuh dalam lingkungan yang beragam.

Bagi kami, keberagaman ini menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk belajar menghargai perbedaan, membangun persahabatan, dan hidup berdampingan dengan penuh rasa hormat.

Berbicara Berirama: Belajar dengan Cara yang Menyenangkan

Salah satu hal yang paling menarik perhatian kami adalah metode “berbicara berirama”.

Konsep ini memadukan lagu, cerita, dan materi pembelajaran sehingga siswa lebih mudah memahami dan mengingat suatu konsep. Metode tersebut digunakan dalam beberapa mata pelajaran, khususnya Sejarah, kenegaraan, adab, dan materi lainnya

Bayangkan sebuah materi yang mungkin terasa sulit dan penuh hafalan, kemudian disampaikan melalui irama, cerita, dan ekspresi. Pembelajaran pun menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan mudah melekat dalam ingatan siswa.

Dari sini kami belajar bahwa terkadang yang dibutuhkan dalam pembelajaran bukanlah materi yang semakin banyak, tetapi cara menyampaikan materi yang lebih kreatif dan dekat dengan dunia anak.

Pulang Membawa Inspirasi

Sambutan hangat dari para siswa, Cikgu, dan Pengetua membuat kunjungan kami di SMK Selandar terasa begitu istimewa. Kami tidak hanya mendapatkan informasi tentang sistem pendidikan di Malaysia, tetapi juga merasakan langsung budaya sekolah yang penuh keramahan dan semangat kebersamaan.

Ada banyak hal yang kami lihat, kami rasakan, dan kami renungkan dalam kunjungan ini.

Perjalanan ini kembali mengingatkan kami bahwa setiap sekolah memiliki keunggulan dan praktik baik yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi sekolah lainnya. Tidak harus meniru semuanya, tetapi mengambil nilai-nilai baik yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter sekolah masing-masing.

Semoga perjalanan bersama Majelis Dikdasmen dan Foskam Kota Malang ini tidak berhenti sebagai sebuah kenangan perjalanan ke negeri jiran.

Semoga apa yang kami lihat di SMK Selandar dapat menjadi ilmu yang kami bawa pulang, inspirasi yang kami kembangkan, dan praktik baik yang suatu saat dapat kami hadirkan di sekolah Muhammadiyah.

Karena pada akhirnya, perjalanan pendidikan bukan sekadar tentang seberapa jauh kaki melangkah, tetapi tentang seberapa banyak ilmu yang kita bawa pulang dan seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan setelahnya.

Terima kasih SMK Selandar, Melaka.
Terima kasih atas sambutan, keramahan, dan inspirasi yang begitu hangat.
Semoga silaturahmi ini menjadi awal dari semakin banyak kebaikan dan kolaborasi di masa yang akan datang.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *