BeritaSosial Budaya

Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Gelar Dialog Budaya dan Workshop Seni Pertunjukan

Avatar
22
×

Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Gelar Dialog Budaya dan Workshop Seni Pertunjukan

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Gelar Dialog Budaya dan Workshop Seni Pertunjukan
Antusias, Ratusan Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Mengikuti Dialog Budaya

Mediapribumi.id, Sumenep Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Semester 6 Universitas PGRI (UPI) Sumenep sukses menggelar kegiatan “Dialog Budaya dan Workshop Seni Pertunjukan” yang berlangsung di Geraha Kemahasiswaan, Minggu (03/05/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 mahasiswa dari kelas A, B, dan C.

Mengusung tema “Merawat Tradisi Lokal melalui Pembelajaran Seni Budaya dan Workshop Seni Pertunjukan untuk SD”, kegiatan ini bertujuan membekali calon guru sekolah dasar agar mampu mengintegrasikan kekayaan budaya lokal, khususnya Madura, ke dalam pembelajaran tematik di kelas.

Dalam sesi dialog budaya, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Mahendra Cipta, penulis dan sutradara sekaligus pemerhati seni budaya, serta Alfaizin Sanasren, dosen UPI Sumenep yang juga pendiri Komunitas Pangestoh. Keduanya membahas pentingnya literasi budaya bagi guru SD, termasuk strategi memahami simbol dan makna dalam kesenian tradisional Madura seperti Topeng Dalang, Tari Pelet Kandung, dan Mamaca.

Selain dialog, peserta juga mengikuti workshop seni pertunjukan yang terbagi dalam beberapa kelompok. Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan pelatihan dasar teater, mulai dari olah tubuh, olah napas, hingga olah vokal. Mereka juga dilatih teknik dasar akting serta menyusun konsep pertunjukan, mulai dari penulisan naskah hingga pementasan.

Ketua pelaksana, Shindy Aulia Afivatul Hasanah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan luaran dari mata kuliah Pembelajaran Seni Budaya SD. Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai jembatan pelestarian budaya.

“Guru SD tidak hanya mengajarkan gerakan seni, tetapi juga nilai-nilai seperti kebersamaan, proses, rasa syukur, dan harapan yang terkandung dalam praktik seni budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD UPI Sumenep, Dr. Iwan Kuswandi, M.Pd.I, menegaskan bahwa mahasiswa PGSD harus memiliki kompetensi budaya sebagai bagian dari profil lulusan.

“Workshop ini melatih mahasiswa tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pelaku dan pelestari budaya. Hal ini sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan pementasan kolaboratif berdurasi 15 menit yang menampilkan hasil latihan peserta, termasuk pertunjukan akting dan pembacaan puisi berbahasa Madura.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep