BeritaPendidikan

Densus 88 AT Polri Edukasi Pelajar di Garuda Youth Camp, Tekankan Bahaya Radikalisme Digital

Avatar
17
×

Densus 88 AT Polri Edukasi Pelajar di Garuda Youth Camp, Tekankan Bahaya Radikalisme Digital

Sebarkan artikel ini
Densus 88 AT Polri Edukasi Pelajar di Garuda Youth Camp, Tekankan Bahaya Radikalisme Digital
Ratusan Peserta Antusias Menyimak Materi dari Densus 88 AT POLRI

Mediapribumi.id, Jakarta — Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror (Ditcegah D88) Polri menjadi narasumber dalam kegiatan Garuda Youth Camp yang diselenggarakan hasil kerja sama Kementerian Dalam Negeri RI dan Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON), Sabtu (02/05/2026) di Buperta Cibubur.

Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Bersatu, Bangsa Kuat Untuk Indonesia Emas 2045” ini diikuti sekitar 600 pelajar SMA/SMK negeri dan swasta se-Jabodetabek, yang merupakan pengurus organisasi dan ekstrakurikuler di sekolah masing-masing.

Hadir sebagai narasumber utama, Moh. Dofir bersama IPDA Muhammad Audi Aqshal Afandi dari Ditcegah Densus 88 AT Polri. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Umum BISON, Ginka Febriyanti Br Ginting.

Dalam pemaparannya, Kombes Pol Moh. Dofir menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mencegah penyebaran paham radikalisme sejak dini, khususnya di lingkungan pelajar.

“Radikalisasi tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada proses yang sering kali dimulai dari hal-hal sederhana, seperti konsumsi konten di media sosial dan interaksi di dunia digital. Karena itu, pelajar harus bijak dan kritis,” ujar Kombes Pol Moh. Dofir.

Tim Ditcegah D88 memberikan materi terkait pencegahan radikalisasi dan kekerasan terhadap anak, yang dinilai sebagai salah satu akar penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di kalangan pelajar.

Selain itu, peserta juga diberikan berbagai studi kasus mengenai bagaimana anak-anak dapat terpapar paham tersebut, termasuk melalui media sosial dan permainan digital yang tidak terkontrol.

“Media sosial dan game bisa menjadi pintu masuk jika tidak disikapi dengan bijak. Oleh karena itu, kami mendorong pelajar untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan nilai toleransi dan perdamaian,” tambahnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep