Mediapribumi.id, Sumenep — Menjelang musim keberangkatan haji 2026, mencatat sekitar 800 Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Ahmad Syamsuri (CJH) asal Sumenep masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Ahmad Syamsuri, menjelaskan bahwa kategori tersebut didominasi oleh jemaah dengan faktor usia lanjut serta riwayat penyakit penyerta.
“Risti ini mencakup berbagai kondisi, mulai dari gangguan kesehatan umum hingga penyakit seperti jantung, diabetes, hipertensi, obesitas, dan hiperkolesterol,” ujarnya, Rabu (30/04/2026).
Ia menegaskan, kondisi kesehatan tersebut membutuhkan perhatian khusus karena berpotensi memengaruhi kesiapan fisik jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes P2KB Sumenep memperkuat pemantauan kesehatan melalui fasilitas layanan kesehatan di masing-masing wilayah. Selain itu, jemaah yang tergolong risti juga mendapatkan pendampingan medis secara berkala.
“Kami lakukan kontrol rutin serta pemberian terapi sesuai anjuran dokter agar kondisi kesehatan tetap stabil hingga waktu keberangkatan,” jelasnya.













