BeritaSosial Budaya

“Madura Batik Fest 2026” Resmi Dibuka, Pemuda Diajak Lestarikan Warisan Budaya Batik

Avatar
45
×

“Madura Batik Fest 2026” Resmi Dibuka, Pemuda Diajak Lestarikan Warisan Budaya Batik

Sebarkan artikel ini
Madura Batik Fest 2026 Resmi Dibuka, Pemuda Diajak Lestarikan Warisan Budaya Batik
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Setdakab Sumenep, Hizbul Wathan Saat Menyampaikan Sambutan

Mediapribumi.id, Sumenep — Madura Batik Fest 2026 resmi dibuka di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (20/05/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Batik Madura Bangkit: Merawat Warisan, Menguatkan Identitas Bangsa” itu menjadi ajang pelatihan dan workshop batik terhadap para pelajar sekaligus upaya membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan menggandeng Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep. Selain workshop dan pelatihan, panitia juga berencana menggelar expo atau pameran batik dalam waktu satu bulan ke depan.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Setdakab Sumenep, Huzbul Wathan, yang hadir mewakili Bupati Sumenep, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, pengembangan batik tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami mengajak para pemuda untuk ikut mengembangkan batik. Pemkab Sumenep sendiri terus mendukung pengembangan batik, salah satunya dengan menjadikan batik sebagai seragam pejabat setiap hari Jumat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan merawat kebudayaan daerah agar batik semakin membumi di Kabupaten Sumenep.

“Selain batik, melalui keputusan bupati juga telah memasukkan keris sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Ach. Sayuthi selaku penyelenggara menyebut kegiatan Madura Batik Fest 2026 akan berlangsung berkelanjutan dan menjadi bagian dari gerakan menghidupkan kembali budaya lokal yang mulai jarang diminati.

“Acara ini akan panjang dan berlanjut. Nanti akan kami buat pamerannya juga. Kami ingin mengangkat budaya Sumenep,” katanya.

Ia menambahkan, dalam satu tahun ke depan pihaknya menargetkan sedikitnya enam kegiatan kebudayaan, khususnya untuk budaya-budaya yang mulai kurang dilirik masyarakat.

“Kami berharap peserta yang hadir hari ini nanti bisa hadir kembali pada kegiatan bulan depan. Ini akan menjadi gerakan bersama untuk menjaga budaya,” imbuhnya.

Ketua PC IPNU Sumenep, Ainun Yakin, menegaskan keterlibatan IPNU-IPPNU dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pelajar terhadap pelestarian budaya Madura, khususnya batik.

“Sebagai organisasi yang fokus di bidang pendidikan, IPNU dan IPPNU hadir untuk ikut melestarikan budaya di Madura, khususnya batik,” ujarnya.

Ia berharap para pelajar mampu menjadi duta budaya yang ikut memperkenalkan dan mensyiarkan batik kepada masyarakat luas.

“Pelajar adalah generasi muda yang akan bertanggung jawab di masa depan. Karena itu, tugas melestarikan budaya bukan hanya milik pemerintah atau tokoh budaya saja, tetapi menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep