Mediapribumi.id, Sumenep — Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, mengajak masyarakat memaknai bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.
Menurutnya, secara bahasa, Ramadan berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti panas yang menyengat atau membakar. Secara historis, bulan Ramadan pada masa awal penetapannya memang bertepatan dengan musim kemarau yang terik.
“Ramadan dalam bahasa Arab adalah panas yang menyengat atau membakar. Secara historis Ramadan jatuh di musim kemarau,” ujarnya. Selasa (24/02/2026).
Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menjelaskan, makna “membakar” tersebut juga dapat dimaknai secara spiritual, yakni sebagai momentum untuk membersihkan diri dari dosa-dosa.
“Ini juga menjadi penting sebagai pelajaran karena juga membakar dosa-dosa kita,” katanya.
Zainal Arifin mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak wirid, serta meningkatkan taqarub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kebetulan ini Ramadan, mari perbaiki diri kita ini. Kita wajib menyambut bulan suci dengan memperbanyak wirid dan taqarub,” tuturnya.
Ia juga berharap, semangat ibadah dan perbaikan diri tidak berhenti setelah Ramadan berakhir. Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan selama bulan suci harus terus dijaga dan ditingkatkan.
“Setelah fitrah nanti mari terus meningkatkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah,” lanjutnya.
Selain pesan spiritual, Ketua DPRD Sumenep juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama Ramadan. Ia mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengurangi aktivitas yang dapat mengganggu ketenteraman umum.
“Selama Ramadan, mari kurangi main petasan atau bahan peledak lain dan kurangi balapan liar di jalan agar tidak mengganggu ketenteraman masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap Ramadan 1447 H menjadi bulan penuh keberkahan, kedamaian, serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat Kabupaten Sumenep.













