Berita

Kalebun Basith: PMII Adalah Rumah Perjuangan yang Tak Lekang Oleh Zaman

Avatar
1248
×

Kalebun Basith: PMII Adalah Rumah Perjuangan yang Tak Lekang Oleh Zaman

Sebarkan artikel ini
Kalebun Basith: PMII Adalah Rumah Perjuangan yang Tak Lekang Oleh Zaman
Kades Tamidung, Abd. Basith.

Mediapribumi.id, Sumenep — Abd. Basith, sosok kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang kini melanjutkan pergerakannya sebagai Kepala Desa (Kades) Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur, memaknai organisasi ini sebagai “Rumah Perjuangan yang Tak Lekang oleh Zaman”.

Ia mengenang sejarah panjang perjuangan PMII telah menorehkan catatan dan kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.

Sewaktu berkuliah di salah satu kampus berbasis pesantren yang ada di Sumenep yakni Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Tarate, ia mulai yakin menapaki proses kaderisasi di PMII sebagai kader militan.

Meskipun di kampusnya saat itu belum memiliki Komisariat Definitif, semangat belajar dan pergerakannya tidak pernah pudar, hingga menuntaskan tugas-tugasnya baik dalam kewajiban akademik maupun sebagai kader PMII.

“PMII menjadi ruh bagi saya dan kader lain yang tidak akan pernah mati kobarannya,” tegas Basith. Kamis (17/04/2025).

Bahkan, ia mengaku proses pendewasaan sebagai insan pergerakan telah berhasil membawa dirinya melewati episode-episode kehidupan yang tidak berhenti untuk memberikan kontribusi terhadap sekitar.

Tulisan sejarah perjuangan PMII sejak baru berdiri pada 17 April 1960 yang menampilkan para aktor pendiri, menjadi epos inspiratif yang tak tertandingi.

“PMII adalah salah satu tempat saya mendapatkan pendidikan kepemimpinan dan wawasan pengetahuan yang luas,” tambahnya.

Ia juga tumbuh dan berkembang dalam iklim organisasi dengan mencintai ilmu pengetahuan melalui buku-buku mulai dari agama hingga filsafat.

Kendati belum ada struktur resmi di kampusnya, ia bergabung dengan berbagai komunitas PMII di Sumenep untuk menjalin kekeluargaan dan menimba pengetahuan.

Sebagai Kades atau dalam bahasa Madura disebut Kalebun, ia memimpin Desa dengan modal pengetahuan dan kecakapan politik sehingga terus berjuang untuk menuntaskan persoalan seperti disapirtas pembangunan dan ketimpangan ekonomi.

“Memimpin masyarakat dalam struktur pemerintahan bukan hal yang mudah, ilmunya saya dapatkan salah satunya di PMII,” tuturnya.

Menurut Basith, Dzikir, Fikir dan Amal Shaleh yang menjadi motto PMII dipegang dengan erat menempuh perjalanan baik dalam kehidupan maupun dalam kepemimpinan sebagai Kalebun Tamidung.

Ia berkomitmen untuk mendedikasikan dirinya terhadap masyarakat yang sedang dipimpin untuk kesejahteraan dan mewarisi legasi kepemimpinan paripurna.

“Dengan semangat Nilai Dasar Pergerakan (NDP), saya akan dedikasikan diri untuk masyarakat,” ucapnya.

Dirinya berpesan kepada seluruh kader PMII untuk secara konsisten memegang teguh nilai dan norma yang telah diwarisi oleh para pendahulu baik sewaktu masih aktif di struktural PMII maupun sudah menjadi alumni bahkan hingga akhir hayat.

“Selamat Harlah PMII ke-65, sejarah pergerakan adalah sejarah Bangsa,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep