BeritaPendidikan

FKIP UMM Dorong Pembelajaran Mendalam bagi Guru Muhammadiyah di Kabupaten Malang

Avatar
276
×

FKIP UMM Dorong Pembelajaran Mendalam bagi Guru Muhammadiyah di Kabupaten Malang

Sebarkan artikel ini
FKIP UMM Dorong Pembelajaran Mendalam bagi Guru Muhammadiyah di Kabupaten Malang

Mediapribumi.id, Sumenep — Guru memiliki posisi strategis dalam mencerdaskan kehidupan umat sekaligus membangun peradaban yang berkemajuan. Kesadaran tersebut menjadi ruh dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar Tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Forum Guru Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang di SMK Muhammadiyah 8 Pakis. Minggu (25/01/2026).

Kegiatan ini mengusung tema Pembelajaran Mendalam sebagai upaya menghadirkan proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan daya pikir kritis, refleksi, serta pemaknaan nilai dalam pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Gigit Mujianto, menegaskan bahwa pembelajaran mendalam menuntut perubahan paradigma guru dalam mengajar. Guru tidak lagi sekadar menjadi penyampai materi, melainkan fasilitator yang mendorong siswa aktif memahami, mengaitkan pengetahuan dengan konteks kehidupan, serta merefleksikannya secara kritis.

“Pembelajaran yang bermakna akan melahirkan peserta didik yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki kepekaan sosial dan karakter yang kuat,” katanya.

Senada dengan itu, Arif Setiawan, menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang jelas, terarah, dan melibatkan siswa secara aktif. Ia menyampaikan bahwa guru Muhammadiyah memikul tanggung jawab moral untuk menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan, membebaskan, serta relevan dengan tantangan zaman.

“Pembelajaran mendalam dapat diwujudkan melalui desain aktivitas belajar yang kontekstual dan asesmen yang tidak hanya mengukur hasil akhir, tetapi juga proses belajar siswa,” ujarnya.

Sementara itu, Zukrufurrohma, mengajak para guru untuk terus melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran di kelas. Ia menekankan bahwa nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dapat diintegrasikan secara alami dalam setiap mata pelajaran.

“Sehingga pembelajaran tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran nilai peserta didik,” tuturnya.

Antusiasme peserta terlihat dari jalannya diskusi yang berlangsung aktif dan reflektif. Para guru berbagi pengalaman pembelajaran di sekolah masing-masing, sekaligus mengemukakan tantangan yang dihadapi dalam menerapkan pembelajaran yang bermakna.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep