BeritaPendidikan

IMADA Dorong Tradisi Literasi Pesantren Lewat Peluncuran Buku Qolam dan Kalam

Avatar
279
×

IMADA Dorong Tradisi Literasi Pesantren Lewat Peluncuran Buku Qolam dan Kalam

Sebarkan artikel ini
IMADA Dorong Tradisi Literasi Pesantren Lewat Peluncuran Buku Qolam dan Kalam
Foto Bersama Pengurus IMADA

Mediapribumi.id, Sumenep – Ikatan Mahasiswa Darurrahman (IMADA) Sumenep menegaskan perannya sebagai motor penggerak literasi pesantren melalui peluncuran buku berjudul “Qolam dan Kalam” yang dirangkai dalam acara Haflatul Imtihan dan Khatmil Qur’an Pondok Pesantren Darurrahman. Kegiatan tersebut menjadi penanda keseriusan mahasiswa pesantren dalam mengembangkan tradisi intelektual berbasis tulisan dan lisan. Rabu (04/02/2026).

Buku ini merupakan karya kolektif mahasiswa dan alumni Darurrahman yang lahir dari proses panjang diskusi, kajian, serta refleksi kritis terhadap dinamika sosial dan keilmuan kontemporer. Karya ini sekaligus menjadi wadah ekspresi gagasan santri agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas kepesantrenan.

Koordinator IMADA, Ahmad Fadlan Masykuri, menyampaikan bahwa buku tersebut disusun sebagai upaya membangun budaya berpikir kritis dan komunikatif di lingkungan pesantren.

“Santri hari ini tidak cukup hanya kuat secara spiritual, tetapi juga harus memiliki kemampuan literasi dan komunikasi yang baik. Qolam dan Kalam kami hadirkan sebagai bekal awal ke arah itu,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Qolam dan Kalam dipilih sebagai simbol keseimbangan antara kemampuan menulis dan berbicara. Dua kompetensi tersebut dinilai penting agar santri mampu menyampaikan gagasan, berdakwah, serta berkontribusi dalam ruang publik secara cerdas dan beradab.

Pengasuh Pondok Pesantren Darurrahman, KH. Abuya Ahmad Fadlan Masykuri, memberikan apresiasi atas inisiatif IMADA tersebut. Ia menilai, penerbitan buku ini merupakan bukti bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga ruang subur bagi lahirnya pemikiran dan karya intelektual.

“Tradisi menulis dan berbicara adalah bagian dari warisan ulama. Saya berharap buku ini menjadi pemantik semangat santri untuk terus berkarya dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat,” tuturnya.

Prosesi peresmian buku ditandai dengan pemotongan pita oleh pengasuh pesantren bersama Koordinator IMADA, disaksikan santri, alumni, wali santri, serta masyarakat. Buku Qolam dan Kalam selanjutnya mulai didistribusikan sebagai bahan bacaan dan referensi pengembangan literasi di lingkungan pesantren.

Peluncuran buku ini menjadi pelengkap makna Haflatul Imtihan dan Khatmil Qur’an, yang tidak hanya menandai keberhasilan santri dalam pendidikan formal dan spiritual, tetapi juga penguatan peran pesantren dalam membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep