BeritaPendidikan

Guru SMPAM 3 Malang Dibekali Model Pembelajaran OIDDE untuk Dukung “Deep Learning”

Avatar
245
×

Guru SMPAM 3 Malang Dibekali Model Pembelajaran OIDDE untuk Dukung “Deep Learning”

Sebarkan artikel ini
Guru SMPAM 3 Malang Dibekali Model Pembelajaran OIDDE untuk Dukung "Deep Learning"

Mediapribumi.id, Malang – Sejak 5 Februari 2026, tim pengabdian dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mulai mendampingi guru-guru Sekolah Menengah Pertama Aisyiyah Muhammadiyah (SMPAM) 3 Kota Malang dalam penguatan kompetensi mengajar.

Pendampingan ini menggunakan model pembelajaran OIDDE yang dikombinasikan dengan pendekatan lesson study dan deep learning, dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di sekolah tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UMM tahun 2025–2026 yang didanai secara internal oleh universitas. Seluruh pimpinan dan guru SMPAM 3 Kota Malang turut serta dalam kegiatan ini, dan menyambutnya dengan antusias.

Atok, salah satu penggagas model pembelajaran OIDDE, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan model pembelajaran yang mampu melatih siswa berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi secara efektif, serta menumbuhkan kesadaran etis dan nilai-nilai moral.

“Kami ingin menularkan ilmu yang kami miliki agar bisa langsung diimplementasikan para guru di kelas,” ujarnya. Kamis (05/02/2026).

Awalnya, kegiatan ini hanya fokus pada pelatihan model OIDDE. Namun, permintaan dari pihak sekolah, khususnya kepala sekolah Husnul Khotimah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum Akhmad Fakhrur Rouzi, agar sosialisasi lesson study juga dimasukkan, membuat tim PKM memperluas cakupan pendampingan. Kini, kegiatan dirancang sebagai pelatihan terpadu yang menggabungkan OIDDE, lesson study, dan prinsip deep learning.

Dalam sesi awal, peserta tampak sangat tertarik setelah Atok menjelaskan latar belakang, langkah-langkah penerapan, serta dampak akademik dan non-akademik dari model OIDDE. Salah satu guru peserta mengaku yakin bahwa pendekatan ini mampu menumbuhkan kesadaran mendalam pada siswa terhadap materi yang diajarkan.

Fakhrur, yang juga bertindak sebagai peserta sekaligus wakil kepala sekolah bidang kurikulum, menilai model ini sangat relevan, terutama karena adanya tahapan pengambilan keputusan (decision) dan keterlibatan perilaku (engage in behavior) yang jarang ditemukan di model pembelajaran lain. Menurutnya, hal ini sangat cocok untuk menguatkan pembentukan karakter, termasuk dalam pembelajaran agama.

Rangkaian pendampingan ini akan berlangsung hingga April 2026, dengan agenda lanjutan berupa pelatihan tentang lesson study dan deep learning, serta penyusunan rencana pembelajaran yang akan diterapkan langsung oleh para guru di kelas.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep