BeritaPeristiwa

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Desa Karduluk, 175 Rumah dan Dua Musala Rusak

Avatar
216
×

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Desa Karduluk, 175 Rumah dan Dua Musala Rusak

Sebarkan artikel ini
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Desa Karduluk, 175 Rumah dan Dua Musala Rusak
Tampak Salah Satu rumah Warga yang Roboh (Foto: Rifki)

Mediapribumi.id, Sumenep – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Minggu (01/02/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Berdasarkan data sementara, wilayah yang terdampak meliputi Dusun Rengperreng, Dusun Moralas, Dusun Berru, dan Dusun Dunggaddung. Kerusakan yang terjadi mulai dari kategori ringan hingga rusak berat akibat terjangan angin yang datang secara tiba-tiba.

Kepala Desa Karduluk, Ahmad Faruq, menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 175 rumah warga dan dua musala mengalami kerusakan. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.

“Hingga saat ini pendataan masih terus dilakukan di lapangan,” ujar Ahmad Faruq, Senin (02/02/2026).

Selain kerusakan bangunan, bencana tersebut juga mengakibatkan korban luka. Faruq menyebutkan, terdapat enam warga yang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan setempat.

“Data sementara ada enam warga yang mengalami luka-luka dan sudah ditangani oleh tenaga medis,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendataan dilakukan secara bertahap di setiap dusun terdampak agar data kerusakan dapat terverifikasi secara akurat. Pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep.

“BPBD, Tagana, TNI, dan Polri sudah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga terdampak,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara dengan menumpang di rumah tetangga maupun sanak keluarga. “Sejak tadi malam, sebagian warga yang rumahnya rusak mengungsi ke rumah tetangga dan keluarganya,” imbuh Faruq.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumenep, Ach. Laily Maulidy, mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi bencana pada Minggu (01/02/2026) malam untuk melakukan pendataan awal. Namun, keterbatasan kondisi di lapangan menjadi kendala.

“Karena listrik padam dan kondisi gelap, kami tidak bisa melakukan pendataan secara maksimal pada malam hari,” terangnya.

Saat ini, BPBD Sumenep bersama pemerintah desa setempat terus melakukan pendataan lanjutan guna memastikan jumlah kerusakan dan kebutuhan warga terdampak.

“Kami menggandeng pemerintah desa agar pendataan di lapangan lebih mudah dan akurat,” tandasnya.

Diketahui, terjangan angin kencang tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menyebabkan atap beterbangan, dinding roboh, serta perabot rumah tangga berserakan. Sejumlah sepeda motor milik warga juga dilaporkan rusak setelah terseret angin dan tertimpa material bangunan.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat warga berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat aman. Suasana panik dan tangis histeris mewarnai detik-detik terjadinya bencana tersebut.

Salah seorang warga Desa Karduluk, Haby, mengaku masih trauma akibat peristiwa itu.

“Anginnya sangat kencang, kami tidak sempat menyelamatkan apa pun. Hanya bisa lari keluar rumah,” tuturnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep