Mediapribumi.id, Sumenep — Ada yang berbeda dalam refleksi Hari Jurnalis Internasional di Sumenep tahun ini. Bagi Anggota DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, peringatan tersebut bukan sekadar momentum bagi para pekerja media, tetapi juga perjalanan batin yang menghubungkan masa lalunya sebagai wartawan dengan tugasnya saat ini sebagai wakil rakyat.
“Sekalipun saya sudah berada di kursi parlemen, jiwa jurnalistik itu tidak pernah hilang. Pena itu tidak pernah benar-benar pensiun,” ujarnya, Selasa (19/11/2025).
Ahmadi mengisahkan bagaimana pengalaman di dunia pers membentuk cara berpikirnya dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penyampaian aspirasi. Dunia jurnalistik, katanya, mengajarkan ketelitian, keberpihakan terhadap kebenaran, serta kepekaan terhadap suara-suara kecil yang sering terabaikan.
“Jurnalistik mengajari saya bahwa setiap suara punya nilai. Itu yang saya bawa saat menjadi anggota DPRD. Saya ingin memastikan masyarakat merasa didengar,” katanya.
Karena latar belakang itulah, setiap peringatan Hari Jurnalis Internasional menjadi momen reflektif bagi dirinya. Ia melihat para jurnalis bukan hanya sebagai mitra kerja, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup yang membentuk prinsip dan karakter politiknya saat ini.
“Hari ini, saya bukan hanya mengucapkan selamat, tetapi juga rasa hormat. Teman-teman jurnalis adalah orang-orang yang berada di garis depan dalam mencari kebenaran. Saya pernah berada di sana, merasakan dinamika dan tekanan itu,” tuturnya.
Ahmadi juga menyinggung tantangan baru di tengah kemajuan teknologi, seperti tekanan media sosial, tuntutan kecepatan, dan maraknya hoaks. Menurutnya, jurnalis profesional kini harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kredibilitas di tengah banjir informasi.
“Tantangan jurnalis hari ini jauh lebih kompleks. Namun saya percaya, semangat idealisme teman-teman pers akan terus menjadi cahaya di tengah hiruk pikuk informasi,” ujarnya.
Di sisi lain, ia berkomitmen mendorong ekosistem yang lebih sehat antara pemerintah daerah dan media, termasuk ruang komunikasi yang lebih transparan dan responsif.
“Pers yang kuat akan melahirkan pemerintahan yang lebih baik. Itu prinsip yang saya pegang sejak dulu,” tegasnya.
Menutup pesannya, Ahmadi Yasid kembali menegaskan bahwa menjadi jurnalis adalah profesi yang meninggalkan jejak mendalam.
“Sekali wartawan, tetap wartawan. Selamat Hari Jurnalis Internasional, semoga semangat kebenaran terus hidup dalam setiap karya,” pungkasnya.













