Mediapribumi.id, Sumenep — Anggota DPRD Sumenep dari Fraksi Partai NasDem, Samsiyadi, menyampaikan Laporan Hasil Reses I Tahun Sidang 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Sumenep, Selasa (18/11/202) di Kantor DPRD setempat.
Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas wakil rakyat sebagaimana diatur dalam Tata Tertib DPRD Kabupaten Sumenep, yang digunakan untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
Samsiyadi membuka laporan dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Fraksi NasDem yang telah turun langsung ke masyarakat selama masa Reses I, berlangsung 7 sampai 14 November 2025, sesuai keputusan Badan Musyawarah DPRD Sumenep. Enam anggota Fraksi NasDem yang melakukan reses dari berbagai daerah pemilihan adalah H. Muta’em, Ahmad Juhairi S.IP., M.Phil, Samsiyadi S.A.N, Ersat, Afrilia Wahyuni, dan Badrul Aini.
“Reses adalah momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang kami terima akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah,” ujar Samsiyadi dalam laporannya.
Dari hasil serap aspirasi yang dihimpun Fraksi NasDem, mayoritas permintaan masyarakat berasal dari wilayah kepulauan, khususnya Masalembu, Karamian, Raas, maupun Arjasa.
Beberapa poin aspirasi yang mencuat antara lain:
1. Percepatan pembangunan fasilitas listrik.
Warga Pulau Masalembu mendesak percepatan pembangunan fasilitas PLN dan peningkatan layanan listrik di Pulau Maskambing, Karamian, dan Raas.
2. Penguatan pengawasan laut dan fasilitas perikanan.
Masyarakat meminta pembangunan Polair serta Poskamla di Masalembu untuk mengantisipasi meningkatnya kapal penangkap ikan dari luar daerah. Mereka juga berharap adanya fasilitas pengolahan hasil perikanan di kepulauan.
3. Transparansi dan pengawasan anggaran.
Warga dapil kepulauan meminta pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap anggaran yang digelontorkan untuk daerah kepulauan, termasuk audit berkala dan evaluasi kinerja aparatur pemerintah.
4. Perbaikan jalan dan pelabuhan.
Infrastruktur masih menjadi masalah utama. Pelabuhan Masalembu disebut membutuhkan perbaikan mendesak, sedangkan kerusakan jalan terjadi hampir di seluruh wilayah kepulauan.
5. Pengadaan kapal yang layak.
Masyarakat meminta penyediaan kapal transportasi baru serta peremajaan armada lama untuk menunjang mobilitas warga.
6. Pembangunan dermaga di Kecamatan Kangayan.
Kawasan ini menjadi satu-satunya kecamatan kepulauan tanpa dermaga, sehingga warga mendorong percepatan pembangunannya.
7. Peningkatan jalan di Arjasa.
Jalan penghubung Desa Kalinganyar–Pajennangger kondisinya rusak parah dan memerlukan pengaspalan segera.
8. Penambahan modal BUMDes.
Warga meminta penguatan modal BUMDes agar mampu memperluas usaha produktif dan mendorong kemandirian ekonomi desa.
9. Peningkatan fasilitas olahraga.
Masyarakat berharap adanya pembangunan serta perbaikan lapangan olahraga seperti sepak bola, voli, futsal, dan area outdoor, serta perhatian lebih pada pembinaan atlet.
10. Peningkatan kualitas pendidikan.
Aspirasi lain menyoroti pentingnya perbaikan sarana prasarana pendidikan, kualitas tenaga pendidik, serta pemerataan akses pendidikan di daerah.
Samsiyadi menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang terkumpul telah dirangkum dan disampaikan secara resmi melalui Rapat Paripurna. Ia berharap Pemkab Sumenep dapat menindaklanjuti seluruh masukan tersebut melalui OPD terkait.
“Kami berharap hasil reses ini benar-benar menjadi bagian dari dokumen perencanaan daerah dan ditindaklanjuti secara konkret. Aspirasi masyarakat adalah amanah yang harus diwujudkan,” tegasnya.













