Berita

DJTL LPM Retorika: Siapkan Kader Tangguh dan Kritis di Era Disinformasi

Avatar
739
×

DJTL LPM Retorika: Siapkan Kader Tangguh dan Kritis di Era Disinformasi

Sebarkan artikel ini
DJTL LPM Retorika: Siapkan Kader Tangguh dan Kritis di Era Disinformasi
Kegiatan DJTL LPM Retorika STKIP PGRI Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Retorika STKIP PGRI Sumenep kembali menggelar kegiatan Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL) sebagai bagian dari upaya kaderisasi jurnalis kampus yang berkualitas.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai di Aula Lantai III kampus dan akan dilanjutkan di Pantai Lombang sebagai lokasi pelatihan lapangan.

Dalam pembukaan kegiatan, hadir sejumlah tokoh penting dari internal kampus dan organisasi, di antaranya Wakil Ketua III M. Ridwan, Wakil Presiden BEM Jaylani, Pimpinan Umum LPM Retorika Ach. Zainuddin, serta Ketua Panitia Mufti Eka Prasetyo.

Pimpinan Umum LPM Retorika, Ach. Zainuddin, menegaskan bahwa kaderisasi adalah ujung tombak keberlangsungan organisasi.

“LPM Retorika sampai detik ini tetap konsisten mengadakan kaderisasi untuk menjamin keberlangsungan organisasi. DJTL ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi ajang mencetak anggota yang mampu menguasai Jurnalisme Investigasi, menghasilkan buletin Lugas dan majalah Retorika dengan kualitas terbaik,” tegasnya.

Ia mengaku tidak ingin memiliki anggota yang hanya datang dan ikut tanpa arah. Minimal, pasca DJTL, mereka harus dikenali birokrasi kampus lewat karya jurnalistik yang bernas.

Senada dengan itu, Wakil Ketua III STKIP PGRI Sumenep, M. Ridwan, mengapresiasi semangat kaderisasi yang dijalankan LPM Retorika. Ia menyebut para peserta DJTL sebagai “orang-orang pilihan” yang disiapkan menjadi jurnalis profesional.

“Alumni pers mahasiswa telah banyak tersebar di dunia media, baik cetak maupun online, di level regional hingga nasional. Ini harus menjadi motivasi. Saya harap peserta tetap semangat mengikuti kegiatan selama tiga hari ini dan siap menjadi jurnalis tangguh di era disinformasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden BEM, Jaylani, mendorong agar LPM Retorika tidak hanya menjadi mitra strategis kampus, tetapi juga mitra yang kritis.

“Retorika harus punya karakter critical thinking, kepedulian, dan kepekaan. Ketimpangan, ketidakadilan, dan problem sosial—baik di masyarakat maupun di kampus—harus disuarakan dan diekspresikan lewat jurnalisme yang tajam dan berkualitas,” ujarnya penuh semangat.

Diklat ini diharapkan mampu menjadi kawah candradimuka bagi para anggota LPM Retorika, agar tak hanya memiliki kemampuan teknis jurnalistik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan keberanian menyuarakan kebenaran.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep