BeritaPemerintahan

Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Wirausahawan Lewat Produk Unggulan Lokal

Avatar
670
×

Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Wirausahawan Lewat Produk Unggulan Lokal

Sebarkan artikel ini
Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Wirausahawan Lewat Produk Unggulan Lokal
Pelatihan Santri Entrepreneur di Pondok Pesantren Nurul Jamal, Desa Campaka, Pasongsongan, Sumenep.

Mediapribumi.id, Sumenep — Potensi lokal jadi pintu masuk pemberdayaan ekonomi di kalangan santri. Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep menggandeng Pondok Pesantren Nurul Jamal, Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, untuk menggelar pelatihan pembuatan keripik singkong yang melibatkan santri dan alumni muda. Rabu (02/07/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Santri Entrepreneur yang dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi desa.

Menariknya, pelatihan ini tidak sekadar teknis, namun dikemas secara terpadu dengan pembekalan alat produksi, pendampingan bisnis, hingga akses legalitas usaha.

“Kita melihat potensi besar di Campaka, yaitu singkong. Namun selama ini hanya dijual mentah. Maka, kami dorong santri untuk mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi,” kata Syaifuddin, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disbudporapar Sumenep.

Pelatihan yang diikuti peserta usia 16–30 tahun ini tak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga disertai pembentukan kelompok usaha. Lima kelompok beranggotakan masing-masing enam orang telah dibentuk sebagai embrio unit usaha mandiri.

Disbudporapar juga menggandeng lintas instansi, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan Perindustrian (Diskoperindag), serta Halal Hub, untuk mendukung aspek legalitas dan pemasaran.

“Kami ingin tidak hanya berhenti di pelatihan, tapi ada keberlanjutan. Kami siapkan bahan, alat, dan pendampingan. Bahkan hingga 2025 nanti akan terus kami monitoring,” tambah Syaifuddin.

Pola kolaboratif ini dinilai efektif untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas santri. Mereka tidak hanya dilatih, tetapi diarahkan hingga bisa mengakses izin usaha, mendapatkan label halal, dan masuk ke ekosistem digital.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jamal, KH Ahmad Suyuti, menyambut baik langkah tersebut. Ia menyebut pelatihan ini sebagai angin segar yang membangun keterampilan santri dalam menghadapi realitas ekonomi.

“Ini sangat positif. Santri akan punya bekal kemandirian. Ketika kembali ke masyarakat, mereka tidak hanya bisa berdakwah, tapi juga berdiri di kaki sendiri, bahkan membuka peluang kerja bagi orang lain,” ujarnya.

KH Suyuti berharap, program ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan terus berkembang dan bisa melahirkan wirausahawan muda profesional yang mampu memberi dampak nyata bagi ekonomi desa.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep