Mediapribumi.id, Sumenep — Kepolisian Resor (Polres) Sumenep bersama Dinas PUTR dan BPBD Sumenep menggelar kegiatan bakti sosial dengan melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang Jl. Raya Sumenep – Pamekasan, Desa Patean, Kecamatan Batuan. Kamis (24/10/2024).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi musim hujan yang sering menyebabkan genangan air dan banjir diwilayah itu.
Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri, memimpin langsung kegiatan ini, dengan melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi.
Aksi bersih-bersih ini memprioritaskan saluran air yang sering tersumbat oleh sampah dan menyebabkan genangan saat curah hujan tinggi.
“Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap dapat meminimalisir risiko banjir di musim hujan mendatang,” terang Kapolres Sumenep.
Personel dari Dinas PUTR turun langsung dengan membawa alat berat guna mempercepat pembersihan drainase dan selokan yang penuh sampah. Partisipasi aktif dari berbagai pihak ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran aliran air dan pencegahan banjir.
Kepala Dinas PUTR Sumenep, Ir. Haryanto, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting mengingat curah hujan yang diperkirakan akan tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
“Pembersihan saluran air sangat penting untuk mencegah banjir, terutama di daerah yang sering mengalami genangan seperti Jl. Raya Sumenep – Pamekasan. Kami siap mendukung penuh kegiatan ini bersama Polres dan BPBD,” ungkapnya.
Pihaknya akan terus mendukung program-program yang berkaitan dengan keselamatan lalu lintas dan mitigasi bencana.
“Kami akan terus bersinergi untuk memastikan kondisi jalan tetap aman, baik dari segi lalu lintas maupun potensi bahaya seperti genangan air,” ujarnya
Sementara, warga Desa Nambakor, Hadi mengaku turut menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan harapan agar wilayahnya tidak lagi mengalami genangan saat hujan deras.
“Setiap kali hujan deras, air sering meluap dan menyebabkan genangan. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, masalah tersebut bisa teratasi,” tukasnya.














Respon (1)