Berita

Bedah Masalah Pendidikan Sumenep, DPKS Gelar Rembuk Tajam dan Tanpa Basa-Basi

Avatar
719
×

Bedah Masalah Pendidikan Sumenep, DPKS Gelar Rembuk Tajam dan Tanpa Basa-Basi

Sebarkan artikel ini
Bedah Masalah Pendidikan Sumenep, DPKS Gelar Rembuk Tajam dan Tanpa Basa-Basi
Dewan pendidikan sumenep bahas masalah pendidikan di Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Di tengah berbagai persoalan yang masih membelit, Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menggelar forum Rembuk Pendidikan yang digadang menjadi momentum krusial untuk membongkar sekat dan mencari solusi nyata. Rabu (25/06/2025).

Bertempat di Aula STKIP PGRI Sumenep, forum ini mengangkat tema yang cukup menohok: “Kolaborasi Pengawas dan Komite dalam Meningkatkan Mutu Satuan Pendidikan.”

Rembuk ini tidak hadir sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan ajang diskusi serius dan terbuka untuk membedah akar masalah pendidikan di Bumi Sumekar.

Peserta terdiri dari pengawas pendidikan dan perwakilan komite sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP. Mereka dibagi dalam dua kelompok untuk merumuskan rekomendasi konkret yang langsung menyasar persoalan di lapangan.

Ketua DPKS, Mulyadi menegaskan bahwa rembuk ini menjadi ajang penting untuk menyatukan langkah semua pihak.

“Masalah pendidikan kita kompleks—fasilitas, tata kelola, sampai kualitas guru. Ini tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Semua harus duduk bersama,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya peran pengawas sekolah sebagai garda terdepan dalam pengawasan mutu pendidikan.

“Pengawas tidak boleh hanya formalitas. Mereka harus didengar, karena tahu persis situasi sekolah. Bahkan kepala sekolah pun perlu dievaluasi secara jujur,” ujarnya tajam.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, yang hadir dalam forum ini, turut mengakui tantangan besar yang dihadapi.

“Membangun karakter anak di era digital itu bukan hal mudah. Dunia mereka serba cepat dan instan. Kita harus kerja ekstra,” ujarnya.

Agus juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang masih jauh dari ideal.

“Banyak sekolah kita masih kekurangan fasilitas. Tapi kita tidak bisa menunggu semuanya sempurna dulu. Kolaborasi DPKS, pengawas, dan komite sekolah harus langsung digas,” tandasnya.

Ia juga menyerukan pentingnya pengawasan internal dan keteladanan dalam dunia pendidikan.

“Tidak boleh ada pembiaran terhadap perilaku menyimpang di sekolah. Kami siap dikritik, dan akan melayani para pendidik dengan profesional,” katanya.

Sementara, narasumber kegiatan ini, M. Ridwan, mengulas pentingnya sinergi antara komite dan pengawas dalam menjaga mutu pendidikan.

“Komite dan pengawas itu bukan figuran. Mereka adalah pilar penting. Tanpa mereka, sekolah sulit naik kelas,” ungkapnya.

Rembuk ditutup dengan penyerahan hasil diskusi berupa rekomendasi strategis yang akan dirumuskan lebih lanjut oleh DPKS. Rekomendasi ini diharapkan menjadi dasar pembentukan kebijakan pendidikan daerah yang lebih responsif, partisipatif, dan solutif.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep