BeritaMigas

Air Bersih dari Laut Disulap Jadi Tawar Bikin Kehidupan Warga Pagerungan Besar Kian Terbantu

Avatar
681
×

Air Bersih dari Laut Disulap Jadi Tawar Bikin Kehidupan Warga Pagerungan Besar Kian Terbantu

Sebarkan artikel ini
Air Bersih dari Laut Disulap Jadi Tawar Bikin Kehidupan Warga Pagerungan Besar Kian Terbantu
Warga Pagerungan Besar, melakukan isi ulang air bersih di tandon yang disediakan oleh SKK Migas-Kangean Energy Indonesia.

Mediapribumi.id, Sumenep — Warga Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, menyatakan penilaian terhadap keberadaan tandon air bersih yang disediakan oleh SKK Migas–Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI). Menurutnya, tandon tersebur telah menjadi solusi vital dalam menopang kehidupan sehari-hari.

Di tengah keterbatasan sumber air tawar serta kondisi air sumur yang sebagian masih asin, fasilitas ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari air minum, memasak, hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Di sejumlah dusun, keterbatasan air tawar sebelumnya menjadi persoalan serius bagi warga. Air tanah yang cenderung asin membuat masyarakat kesulitan memperoleh air layak konsumsi.

Hadirnya tandon air bersih memberikan dampak positif dengan memastikan ketersediaan air berkualitas, sehingga warga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada air sumur yang kualitasnya terbatas.

Hal itu juga dirasakan oleh salah seorang warga Dusun II, Desa Pagerungan Besar, M. Said, mengungkapkan bahwa tandon air bersih telah hadir sejak puluhan tahun lalu dan terus memberikan manfaat nyata hingga saat ini. Menurutnya, air yang disediakan memiliki kualitas baik dan aman digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Ia menambahkan, mayoritas warga kini lebih memilih menggunakan air dari tandon dibandingkan air sumur. Selain kualitas air yang lebih bersih, distribusi yang dilakukan secara rutin juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sejak dini hari.

“Air tandon itu sudah berpuluh-puluh tahun ada dan sangat bermanfaat. Airnya bersih, bisa digunakan untuk minum, memasak, dan kebutuhan lainnya,” ujar Said. Rabu (24/12/2025).

Ia menceritakan, bagi masyarakat kepulauan, keberadaan tandon air bersih bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan bagian penting dari keberlangsungan hidup.

Oleh karena itu, kata Said, warga berharap program penyediaan air bersih ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh seluruh masyarakat Pagerungan Besar.

“Harapannya program ini bisa terus berlanjut dan kalau memungkinkan ditingkatkan, karena memang sangat membantu masyarakat,” imbuhnya.

Senada dengan pernyataan warga, Kepala Desa (Kades) Pagerungan Besar, Yuliandi Abd. Rochim, menyampaikan bahwa dukungan SKK Migas–KEI terhadap desa dan masyarakat telah terjalin dengan baik sejak lama.

Ia menilai perusahaan migas tersebut memiliki komitmen kuat dalam menghadirkan program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga.

Ia berharap kolaborasi dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat terus berlanjut.

Menurutnya, sinergi antara Pemdes dan pihak perusahaan sangat dibutuhkan, agar program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata.

“Dukungan dari SKK Migas–KEI ini sejak dulu memang sudah ada. Inisiatif seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran media, penyediaan air bersih tersebut bersumber dari pengolahan air laut menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) yang telah diluncurkan oleh SKK Migas–KEI sejak sekitar tahun 1997.

Teknologi ini memungkinkan air laut diolah menjadi air tawar layak konsumsi tanpa mengambil cadangan air tanah daratan, sehingga tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

Hingga kini, SKK Migas–KEI telah menyediakan sejumlah tandon air bersih yang tersebar di wilayah Pagerungan Besar. Dari tandon-tandon tersebut, air didistribusikan setiap hari dengan total pasokan mencapai sekitar 40 ribu liter, yang mampu memenuhi kebutuhan ribuan warga.

Penyaluran air dilakukan secara rutin mulai pukul 03.00 WIB, sehingga masyarakat dapat mengakses air bersih sejak pagi hari untuk menunjang aktivitas harian mereka.

Meski teknologi Reverse Osmosis membutuhkan pasokan listrik yang besar serta biaya instalasi dan perawatan yang tidak sedikit, SKK Migas–KEI menilai upaya tersebut sepadan dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Terlebih, di wilayah kepulauan yang masih menghadapi persoalan air asin, keberadaan fasilitas ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan warga.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep