BeritaMigas

Eksplorasi Minyak Banyu Urip Tembus Target Capai 30.000 Barel per Hari Diselesaikan 10 Bulan Lebih Cepat

Avatar
884
×

Eksplorasi Minyak Banyu Urip Tembus Target Capai 30.000 Barel per Hari Diselesaikan 10 Bulan Lebih Cepat

Sebarkan artikel ini
Eksplorasi Minyak Banyu Urip Tembus Target: Tambah 30.000 Barel per Hari, Diselesaikan 10 Bulan Lebih Cepat
ExxonMobil Cepu Limited

Mediapribumi.id, Bojonegoro — Indonesia mencatatkan capaian besar dalam sektor energi nasional. Proyek pengeboran Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) yang diinisiasi oleh ExxonMobil Cepu Limited secara resmi telah rampung sepuluh bulan lebih cepat dari jadwal, dan diperkirakan akan menambah hingga 30.000 barel minyak per hari ke dalam produksi nasional.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring meresmikan peningkatan produksi ini yang berasal dari Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis (26/06/2025).

Turut hadir secara virtual dalam peresmian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, serta Presiden ExxonMobil Indonesia Wade Floyd.

“Ini adalah tonggak penting menuju swasembada energi. Kita harus bijak memanfaatkan kekayaan alam Indonesia demi kesejahteraan rakyat,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Blok Cepu sendiri selama ini menjadi tulang punggung produksi migas nasional dengan kontribusi lebih dari 25% total lifting minyak. Dengan tambahan produksi dari proyek BUIC, produksi puncak Blok Cepu diproyeksikan mencapai 170.000–180.000 barel per hari pada tahun ini, melampaui target dalam APBN.

Uniknya, proyek BUIC ini tidak hanya unggul dari segi teknis, tetapi juga menjadi contoh sinergi antara pemerintah, BUMN, mitra internasional, dan pelaku usaha lokal.

Proyek ini melibatkan pengeboran tujuh sumur baru oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), menggunakan rig canggih yang dirancang dan dibangun sepenuhnya di Indonesia, sebagai simbol kemajuan teknologi dalam negeri di sektor hulu migas.

Tak kalah penting, lebih dari 99% tenaga kerja dalam proyek ini adalah putra-putri terbaik bangsa, membuktikan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam menjalankan proyek energi berskala besar.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa keberhasilan ini menunjukkan efektivitas kolaborasi yang solid. Ia memuji kecepatan pelaksanaan proyek yang hanya butuh delapan bulan kerja efektif, jauh melampaui ekspektasi.

“Target kita 2029–2030 adalah 900 ribu hingga 1 juta barel per hari. Dengan tambahan 30.000 barel dari BUIC, itu sudah loncatan awal yang signifikan,” ujar Bahlil.

Selain aspek teknis, proyek BUIC juga membawa dampak ekonomi di tingkat lokal. Banyak pelaku usaha dan penyedia jasa di Bojonegoro dan sekitarnya terlibat dalam rantai pasok proyek ini, memperkuat ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengungkapkan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, proyek tersebut merupakan wajah peningkatan kapibilitas industri.

“Proyek ini memperlihatkan meningkatnya kapabilitas industri hulu migas nasional dan merupakan bukti nyata komitmen kita dalam mencapai ketahanan energi jangka panjang,” tuturnya.

Sementara itu, President ExxonMobil Indonesia Wade Floyd menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari sinergi kuat antara ExxonMobil, mitra nasional, dan pemerintah.

“Kami bangga dapat berkontribusi bagi masa depan energi Indonesia melalui proyek BUIC ini. Ini adalah hasil dari dedikasi luar biasa tenaga kerja lokal dan komitmen terhadap keselamatan serta inovasi,” kata Wade.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep