Berita

Dialog Moderasi Beragama di Lenteng: Merawat Kerukunan Meneguhkan Persatuan

Avatar
879
×

Dialog Moderasi Beragama di Lenteng: Merawat Kerukunan Meneguhkan Persatuan

Sebarkan artikel ini
Dialog Moderasi Beragama di Lenteng: Merawat Kerukunan Meneguhkan Persatuan
Dialog moderasi beragama di Lenteng, Sumenep.

Mediapribumi.id, Sumenep — Semangat persatuan dalam bingkai keberagaman kembali digaungkan di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Kantor Urusan Agama (KUA) setempat menggelar Dialog Moderasi Beragama bertema “Merawat Kerukunan, Memperkuat Persatuan” di Pendopo Kecamatan Lenteng, menghadirkan tokoh lintas agama, pemuda, dan unsur masyarakat lainnya dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Rabu (18/06/2025).

Acara dibuka secara resmi oleh H. Muh. Rifa’i Hasyim, M.M.Pd, Kasubag TU sekaligus Pelaksana Harian Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Sumenep, yang juga hadir sebagai keynote speaker.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa moderasi beragama bukan hanya konsep, tapi menjadi kebutuhan dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah masyarakat yang majemuk.

“Moderasi beragama adalah kunci harmoni sosial. Bukan untuk melemahkan keyakinan, tapi agar kita mampu hidup berdampingan dalam damai,” tegasnya.

Narasumber utama dalam forum ini, Kepala Kemenag Sumenep, H. Abdul Wasid, mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menerima budaya lokal, tapi juga memahaminya secara mendalam agar nilai-nilai luhur yang ada tidak terkikis oleh zaman.

“Budaya lokal bisa jadi perekat sosial, selama tidak bertentangan dengan nilai agama dan norma universal,” ujarnya.

Suasana hangat semakin terasa dengan kehadiran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Lenteng, seperti Kapolsek, Danramil, serta Camat Lenteng Ir. Supardi. Dalam sambutannya, Camat Lenteng menyampaikan bahwa keberagaman bukan hambatan, melainkan aset berharga yang harus dikelola dengan bijak.

“Perbedaan yang ada justru harus menjadi kekuatan kita. Lenteng punya modal sosial yang luar biasa untuk membangun persatuan,” katanya penuh semangat.

Lebih lanjut, Ketua panitia, Habari, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarumat beragama dan menjadi wadah dialog terbuka demi menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

“Ini bukan hanya forum diskusi, tapi juga ruang silaturahmi dan pemahaman antar komunitas yang berbeda,” jelasnya.

Sebanyak 56 peserta dari berbagai unsur hadir, mulai dari 25 Majelis Taklim, organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Persis, hingga Karang Taruna dan tokoh lintas agama.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi dialog interaktif yang menghadirkan diskusi bernas, pengalaman toleransi, hingga solusi menghadapi tantangan keberagaman di tingkat lokal.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep