Mediapribumi.id, Sumenep — Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas KH. Bahauddin Mudhary Madura (Uniba Madura) mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep untuk lebih aktif dan proaktif dalam menangani persoalan sampah yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah kota.
Desakan ini disampaikan menyusul meningkatnya keluhan masyarakat atas lambatnya penanganan sampah, terutama di titik-titik rawan banjir. BEM-KM menilai DLH belum menunjukkan respons maksimal terhadap permasalahan tersebut.
Presiden Mahasiswa Uniba Madura, M. Rofiqul Muhklisin, menegaskan bahwa DLH harus lebih cepat dan konsisten dalam bekerja, bukan hanya bertindak ketika persoalan ramai dibicarakan di media sosial.
“Kami tidak ingin DLH baru bertindak setelah persoalan sampah dan banjir ini ramai di media sosial. Penanganan harus dilakukan secara cepat dan konsisten, bukan hanya bersifat reaktif,” tegas Rofiqul dalam pernyataannya, Rabu (14/05/2025).
Rofiqul juga menyoroti keberadaan tumpukan sampah di sejumlah lokasi, termasuk di sekitar pasar pinggiran Pelabuhan Talango, yang dinilai mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga. Meskipun sudah sering dilaporkan, menurutnya respons DLH masih lamban dan tidak efektif.
Dalam kesempatan yang sama, BEM-KM juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah yang saat ini diterapkan DLH. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi dengan petugas kebersihan di tingkat desa dan edukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Perlu adanya kolaborasi dengan petugas kebersihan desa dan edukasi masyarakat agar lebih sadar terhadap lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa Uniba, Subaidi, berharap agar peringatan ini benar-benar ditindaklanjuti oleh DLH.
“Mudah-mudahan teguran dari BEM-KM Uniba ini bisa mendorong DLH untuk segera melakukan perbaikan, agar Sumenep terbebas dari masalah sampah,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Sumenep, Arif Susanto, menyampaikan apresiasinya atas kritik dan masukan dari mahasiswa. Ia juga menyatakan siap mendukung kegiatan BEM dalam membantu menyukseskan program pembinaan pengelolaan sampah di sejumlah desa.
“Kami sangat mengapresiasi dorongan dari BEM Uniba Madura dan siap mendukung kegiatan mereka demi terciptanya lingkungan yang lebih bersih di Sumenep,” ujar Arif.
Melalui langkah ini, BEM-KM Uniba Madura berharap DLH Sumenep bisa lebih serius dalam menyelesaikan persoalan sampah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.













