Mediapribumi.id, Sumenep — Wacana perubahan kebijakan tentang sistem kenaikan kelas siswa di sekolah belakangan mencuat ke publik. Sehingga jika nantinya disetujui menjadi aturan baru tak semua siswa bisa naik kelas setelah satu tahun mengikuti pembelajaran.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Dr. Rusly menegaskan siap melaksanakan hal tersebut setelah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).
“Kami akan mengikuti regulasi yang berlaku,” katanya, Selasa (03/11/2026).
Dia menilai sistem yang sudah berjalan ini memang ada kelemahan, di mana siswa yang tidak rajin maupun siswa yang rajin semuanya akan tetap naik kelas.
Sehingga, hal ini cukup kecil potensinya untuk memacu kompetisi dan semangat belajar siswa, karena tidak ada punishment.
Kendati demikian, dalam sistem yang sudah berjalan itu, siswa tak dibiarkan jika semangat belajarnya melemah, karena di setiap sekolah ada pendampingan khusus bagi siswa yang capaian belajarnya masih minim.
“Pendampingan ini agar siswa yang minim capaiannya bisa meningkat,” tandasnya.
Rusly menilai, dengan adanya perubahan kebijakan nantinya, siswa akan terdorong untuk meningkatkan semangat belajarnya, karena jika tak memenuhi capaian minimum tidak akan naik kelas.
“Agar para siiswa berkompetisi dan meningkatkan kompetensinya dengan pembelajaran,” tuturnya.
Dalam hal tersebut, lanjut Rusly, para guru perlu bisa memberikan motivasi belajar kepada siswa sejak awal, termasuk menyampaikan tidak akan naik kelas jika nilai mata pelajarannya tidak memenuhi standar.
Lebih lanjut, dia menyebut kebijakan ini harus dilengkapi dengan indikator-indikator yang memadai dan kerangka pembelajaran yang lengkap.
“Seperti indikator penilaian untuk siswa reguler dan inklusi (berkebutuhan khusus) harus dibedakan,” paparnya.
Dilansir dari CNN Indonesia, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengaku bahwa wacana soal siswa tidak lagi naik kelas secara otomatis yang mencuat pada Konvensi Pendidikan Indonesia XII 2026 di Undiksha ini menjadi masukan yang serius dan siap dilaksanakan. Bahkan dia menilai masukan ini akan membangun kembali kesungguhan siswa dalam belajar.
Jika masukan ini disetujui, kemungkinan akan dilaksanakan secara efektif pada tahun pelajaran 2027 mendatang dan seterusnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













