BeritaLingkunganPemerintahan

DLH Sumenep Siapkan Mesin Insinerator untuk Atasi Sampah di Kepulauan Sapeken

Avatar
×

DLH Sumenep Siapkan Mesin Insinerator untuk Atasi Sampah di Kepulauan Sapeken

Sebarkan artikel ini
DLH Sumenep Siapkan Mesin Incinerator untuk Atasi Sampah di Kepulauan Sapeken
Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf.

Mediapribumi.id, Sumenep — Dalam rangka mengurangi penumpukan dan memanfaatkan sampah menjadi bernilai, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep merencanakan pengadaan mesin insinerator atau alat pembakar sampah bersuhu tinggi dan bekerja secara efektif.

Hal ini juga dilakukan untuk melakukan optimalisasi Tempat Penampungan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menjelaskan mesin tersebut dinilai efektif karena Kecamatan Sapeken merupakan daerah kepulauan yang tidak memungkinkan mengangkut sampahh ke daratan untuk di olah menggunakan mesin Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batuan.

“Untuk fasilitas TPS disana cukup memadai dan saat ini sudah ada bangunannya, sehingga dengan mesin ini akan bisa lebih efektif,” terangnya, Kamis (23/07/2026).

Cara kerja mesin itu dengan membakar residu yang sudah dipilah nantinya hasil pembakaran residunya akan dipadatkan dan diatasnya akan diberikan tumpukan tanah.

Kemudian setelah struktur tanah terbentuk akan ditanami pohon-pohon untuk penghijauan. Sedangkan hasil olahannya juga bisa dimanfaatkan menjadi kompos.

Kapasitasnya, mesin itu bisa mengolah sampah sebanyak 30 ton setiap melakukan pembakaran. Untuk anggaran pengadaannya sebesar Rp300 juta lebih.

“Kami akan berupaya proses pembakaran dengan mesin insinerator itu tidak merusak kualitas udara, dan kami berusaha mesin itu bisa meminimalkan dampak lingkungan dan baku mutu bisa terpenuhi,” imbuhnya.

Agar lebih maksimal, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan Pemerintah Desa (Pemdes) Sapeken, hasilnya mendapat dukungan dengan baik.

Armadanya di pusat kecamatan itu sudah tersedia, sehingga untuk mengangkut sampah dari tempat penampungan sementara atau dari rumah tangga bisa semakin cepat.

“Termasuk Pemdes juga akan membentuk regulasinya, seperti jika diperlukan ada iuran yang tidak memberatkan untuk biaya operasional petugas dan perawatan mesin,” tuturnya.

Setelah pengadaan selesai pihaknya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain akan turun langsung untuk melakukan sosialisasi  kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Anwar menjelaskan akan berkolaborasi dengan pihak swasta utamanya Kangean Energy Indonesia (KEI) yang sejak lama sudah banyak memberikan bantuan fasilitas untuk pengelolaan sampah.

“Karena KEI sudah banyak memberdayakan dan mendukung para pemuda melalui berbagai programnya,” terang Anwar.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;