Berita

Ditinggal Kepala SPPG, Program MBG di Sapeken 2 Terhenti Sejak Hari Pertama Operasi

Avatar
38
×

Ditinggal Kepala SPPG, Program MBG di Sapeken 2 Terhenti Sejak Hari Pertama Operasi

Sebarkan artikel ini
Ditinggal Kepala SPPG, Program Makan Bergizi Gratis di Sapeken 2 Terhenti
Tampak Depan SPPG Sumenep Sapeken Sapeken 2.

Mediapribumi.id, Sumenep — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Sapeken Sapeken 2, berinisial AH, dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak hari pertama jadwal operasional, Senin (13/07/2026). Akibat kekosongan kepemimpinan ini, seluruh kegiatan produksi dan distribusi makanan bergizi gratis (MBG) di dapur tersebut lumpuh total dan merugikan penerima manfaat (PM).

Menanggapi kondisi tersebut, seluruh relawan dan pegawai SPPG setempat telah mengajukan laporan khusus (Lapsus) yang ditandatangani bersama kepada Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), serta menyampaikan laporan keberatan kepada Koordinator Kecamatan (Korcam) Sapeken.

Akuntan SPPG Sumenep Sapeken Sapeken 2, Chrisna Sangandea F.M, yang mewakili para relawan, mengungkapkan bahwa kepala SPPG tersebut terakhir kali terlihat di dapur pada 19 Juni 2026. Sejak saat itu, berbagai upaya komunikasi yang dilakukan relawan, pegawai, maupun mitra tidak membuahkan hasil apa pun.

“Kami bersama PIC dan seluruh relawan sudah mengajukan Lapsus kepada pihak yang berwenang di Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Korcam Sapeken dan Korwil Sumenep,” kata Chrisna, Kamis (16/07/2026).

Chrisna menambahkan, pihaknya bersama relawan, pegawai, dan mitra sudah berulang kali berupaya menghubungi yang bersangkutan, namun hingga kini belum ada satu pun respons yang diterima.

Menurut keterangan Chrisna, sebelum benar-benar menghilang, kepala SPPG tersebut sebenarnya sudah jarang hadir di dapur dan lebih sering mengerjakan tugasnya dari rumahnya di Kalisangka, Kangean. Proses kerja seperti persetujuan (approve) anggaran pun kerap molor, bahkan baru selesai pada malam hari atau bahkan keesokan harinya.

Kondisi ini, kata Chrisna, menyebabkan tersendatnya proses produksi dan distribusi, sekaligus menyita waktu kerja bawahannya, yakni Akuntan (AK) dan Ahli Gizi (AG).

Ia menyebut, sekalipun kepala SPPG hadir di dapur, yang bersangkutan tidak turut mengerjakan tugas operasional dan hanya sebatas memberi instruksi serta melakukan persetujuan administratif.

“Sementara pengawasan seluruh aktivitas dapur seharusnya menjadi tanggung jawabnya,” tandas Chrisna.

Kekosongan kepemimpinan ini turut berdampak pada mitra penyedia layanan. Mitra SPPG Sumenep Sapeken Sapeken 2, Evi Sumartini, menyampaikan bahwa kondisi tersebut membawa implikasi buruk terhadap citra mitra di mata publik, padahal pihaknya selama ini berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi penerima manfaat.

“Ini berimplikasi pada anggapan mitra yang tidak baik, padahal mitra memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujar Evi.

Terpisah, Korcam SPPG Sapeken, Dedy Permadi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, arahan dari Korwil sudah disampaikan sejak sehari sebelumnya agar pihak dapur membuat laporan khusus.

“Laporannya sudah saya terima, dan akan kami kirimkan ke Korwil,” kata Dedi.

Merespon hal itu, Korwil SPPG Sumenep, Moh. Kholilurrahman Hidayatullah, menjelaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengirimkannya ke KPPG apabila kondisi yang dilaporkan benar adanya.

“Jika benar hal itu terjadi, silakan buatkan laporan khusus kepada kami. Nanti akan kami tindaklanjuti dengan mengirimkan ke KPPG. Selain itu, kami juga akan menindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret,” ujarnya.

Ia menegaskan, program tersebut merupakan program prioritas presiden yang harus dipastikan berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya penerima manfaat,” pungkasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *