BeritaPemerintahan

Baru Satu dari Tiga Ahli Waris Jamaah Haji Wafat Terima Santunan Asuransi, Kemenag Sumenep Percepat Koordinasi

Avatar
54
×

Baru Satu dari Tiga Ahli Waris Jamaah Haji Wafat Terima Santunan Asuransi, Kemenag Sumenep Percepat Koordinasi

Sebarkan artikel ini
Baru Satu dari Tiga Ahli Waris Jamaah Haji Wafat Terima Santunan Asuransi, Kemenag Sumenep Percepat Koordinasi
Kepala Kemenhaj Sumenep, Ahmad Halimy.

Mediapribumi.id, Sumenep — Proses pencairan santunan asuransi bagi ahli waris jamaah haji asal Sumenep yang wafat saat pelaksanaan ibadah haji 2026 belum sepenuhnya rampung. Dari tiga jamaah yang meninggal dunia, baru satu ahli waris yang telah menerima pencairan dana santunan hingga akhir Juni.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumenep, KH. Ahmad Halimy, mengungkapkan tiga jamaah yang wafat tersebut adalah Abdul Aziz, Nawa, dan Sanyatun. Menurutnya, santunan atas nama Abdul Aziz sudah cair dan diterima ahli waris, sementara proses untuk dua jamaah lainnya masih berjalan.

“Untuk tiga jamaah kita (yang wafat), yaitu Almarhum Pak Abdul Aziz, Almarhumah Bu Nawa, kemudian Bu Sanyatun. Yang sudah cair sampai hari ini dan sudah diterima ahli waris adalah Alm Pak Aziz. Sedangkan untuk kedua almarhumah masih dalam proses,” ungkapnya saat ditemui, Senin (30/06/2026).

Halimy menjelaskan, setiap jamaah yang wafat saat menjalankan ibadah haji berhak menerima santunan asuransi dengan nilai setara biaya pelunasan haji yang telah dibayarkan sebelum keberangkatan. Santunan tersebut diberikan satu kali kepada ahli waris jamaah yang bersangkutan.

“Untuk jamaah yang wafat dalam pelaksanaan haji, maka jamaah tersebut akan mendapatkan santunan. Santunan itu senilai dengan biaya pelunasan yang mereka bayarkan untuk melunasi biaya haji,” jelas Halimy.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Jawa Timur agar proses pencairan dua santunan yang tersisa segera terselesaikan, sekaligus memastikan ahli waris mendapat informasi begitu dana cair.

“Kita terus berkoordinasi dengan Kanwil. Kami selalu diberi tahu kalau prosesnya telah selesai, supaya ahli warisnya mengecek apakah dananya sudah diterima atau tidak,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kemenag Sumenep juga tengah menyiapkan bahan evaluasi penyelenggaraan haji 2026 yang akan disampaikan dalam retreat di Asrama Haji, Jakarta, bulan ini. Halimy menyebut mayoritas jamaah mengaku puas dengan pelayanan tahun ini, khususnya untuk jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jamaah berisiko kesehatan tinggi.

“Alhamdulillah, secara umum puas dengan pelaksanaan haji tahun ini. Untuk yang lansia sekarang perhatiannya lebih bagus, kemudian yang disabilitas dan memiliki risiko tinggi juga diperhatikan secara khusus,” tegas Halimy.

Meski begitu, ia mencatat satu persoalan yang kerap berulang setiap musim haji, yakni banyaknya jamaah yang jatuh sakit akibat kelelahan menerima tamu sebelum keberangkatan. Kondisi ini disebutnya tidak hanya terjadi di Madura, tetapi merata di wilayah Jawa Timur, hingga membuat sejumlah jamaah harus dirawat di klinik Asrama Haji Surabaya begitu tiba.

“Kalau mau berangkat biasanya banyak tamu. Dan itu tidak hanya terjadi di Madura, tetapi di Jawa Timur. Ada beberapa jamaah haji karena kelelahan menerima tamu, sampai di Asrama Haji harus masuk ke klinik,” tutur Halimy.

Ia pun mengimbau keluarga calon jamaah, khususnya yang lanjut usia atau memiliki risiko kesehatan tinggi, untuk lebih menjaga kondisi fisik jamaah menjelang keberangkatan dan tidak memaksakan diri melayani tamu secara langsung.

“Keluarga jamaah juga harus memperhatikan, terutama jamaah yang memang berisiko tinggi. Jangan terlalu dipaksa menerima tamu, mungkin diterima keluarga yang lain. Kami terus mengevaluasi agar pelaksanaan haji di tahun mendatang semakin optimal,” pungkas Halimy.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *