BeritaEkonomi

Peternak Sumenep Nilai Mentan Amran Gagal Stabilkan Harga Telur

Avatar
31
×

Peternak Sumenep Nilai Mentan Amran Gagal Stabilkan Harga Telur

Sebarkan artikel ini
Peternak Sumenep Nilai Mentan Amran Gagal Stabilkan Harga Telur
Moh. Faiq Saat Memberi Makan Ayam di Kandangnya.

Mediapribumi.id, Sumenep — Anjloknya harga telur ayam di pasaran memicu kekecewaan kalangan peternak. Seorang peternak ayam petelur asal Kabupaten Sumenep, Moh. Faiq, menilai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman gagal mengendalikan stabilitas harga pangan, khususnya komoditas telur.

Faiq mengungkapkan, meski pemerintah telah menerbitkan surat edaran terkait harga telur, kondisi di lapangan tidak menunjukkan perbaikan berarti. Harga tetap tertekan tanpa ada kenaikan yang signifikan bagi peternak.

“Hal ini terbukti dari rusaknya harga telur saat ini, meskipun sudah ada surat edaran tapi yang terjadi di lapangan tetap tidak ada kenaikan,” kata Faiq, Sabtu (20/06/2026).

Menurutnya, kehadiran negara dalam mengatasi persoalan ini tidak cukup hanya berhenti pada kebijakan tertulis. Pemerintah, kata dia, semestinya turun langsung mengontrol, mengendalikan, hingga menyerap hasil produksi telur dari peternak lokal.

Alumni Universitas Annuqayah ini bahkan menyinggung lemahnya pemantauan Mentan Amran terhadap kondisi riil di lapangan. Ia menilai kebijakan yang dikeluarkan tidak diikuti dengan langkah tindak lanjut yang konsisten.

“Menteri Amran barangkali tidak mengetahui kondisi di lapangan, ia hanya pintar menulis di atas selembar kertas, setelah tersebar, ia tinggalkan tanpa ada gerakan berkelanjutan,” tegasnya.

Tak hanya soal harga jual yang merosot, Faiq juga menyoroti kenaikan harga pakan pabrik yang terjadi bersamaan. Kombinasi keduanya, lanjut dia, membuat peternak berada dalam posisi semakin terjepit secara ekonomi.

“Peternak sedang terjepit, ia dihadapkan dengan situasi di mana harus bertahan di tengah naiknya harga pakan dan merosotnya harga telur sekarang,” terangnya.

Faiq menambahkan, ironi ini semakin terasa di tengah gencarnya program ketahanan pangan yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, semangat tersebut justru tidak terealisasi dengan baik akibat kinerja Kementerian Pertanian yang dinilai tidak optimal.

Ia pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Menteri Amran, lantaran kondisi pasar saat ini dianggap menunjukkan lemahnya kendali negara atas harga pangan.

“Dia (Menteri Amran) dalam hal ini gagal total, perlu dievaluasi, sebab di tangan dirinya negara kalah pada pasar dalam menentukan harga pangan,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep