BeritaPendidikan

RJI Jawa Timur Gelar Seminar Penguatan Kapasitas Pengelola Jurnal di UMM

Avatar
35
×

RJI Jawa Timur Gelar Seminar Penguatan Kapasitas Pengelola Jurnal di UMM

Sebarkan artikel ini
RJI Jawa Timur Gelar Seminar Penguatan Kapasitas Pengelola Jurnal di UMM
Suasana Seminar RJI Jawa Timur di UMM

Mediapribumi.id, Malang — Pengurus Daerah Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Jawa Timur menggelar seminar dan pelatihan penguatan kapasitas pengelola jurnal ilmiah di Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Malang (FPSH-UMM), Sabtu (13/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan satu dekade RJI dan menghadirkan sejumlah pakar di bidang publikasi ilmiah. Acara dibuka dengan sesi registrasi peserta, dilanjutkan sambutan dari Dekan FPSH UMM dan Ketua Pengda RJI Jawa Timur, Yusuf Adam Hilman.

Dalam sambutannya, Yusuf menyebut bahwa satu dekade perjalanan RJI menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya akademik serta mutu publikasi ilmiah nasional, mengingat tantangan tata kelola jurnal kini semakin berat akibat perubahan kebijakan akreditasi dan tuntutan indeksasi internasional.

“RJI selama satu dekade telah menjadi ruang belajar bersama bagi para pegiat jurnal di Indonesia. Kami berharap kegiatan seperti ini mampu meningkatkan kualitas tata kelola jurnal sekaligus memperkuat ekosistem publikasi ilmiah yang bereputasi,” kata Yusuf.

Seminar diisi tiga sesi materi utama. Yulingga Hanif S, membuka sesi pertama dengan topik strategi persiapan akreditasi jurnal sesuai kebijakan terbaru, menyoroti pentingnya penyesuaian tata kelola editorial, kualitas artikel, dan konsistensi penerbitan.

Sesi kedua diisi Dr. Khoirul Fatoni yang membahas strategi indeksasi DOAJ. Ia menjelaskan bahwa indeksasi internasional tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, melainkan juga menuntut keterbukaan, kepatuhan terhadap etika publikasi, dan keberlanjutan penerbitan agar jurnal mampu berdaya saing global.

Pada sesi terakhir, Dr. Husamah memaparkan materi tentang penulisan artikel internasional bereputasi. Ia menekankan pentingnya unsur kebaruan (novelty), ketajaman analisis, dan relevansi global dalam setiap artikel, sekaligus membagikan strategi praktis memilih target jurnal, menyusun artikel secara sistematis, dan menghadapi proses review internasional.

“Kemampuan menulis ilmiah perlu terus diasah melalui latihan, kolaborasi, dan pendampingan berkelanjutan, mengingat publikasi internasional kini menjadi kebutuhan mendasar bagi akademisi dan perguruan tinggi,” tandasnya.

Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berdiskusi seputar tantangan pengelolaan jurnal, proses indeksasi, hingga pengalaman publikasi di jurnal internasional.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep