Mediapribumi.id, Sumenep — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf memaparkan gagasan Transformasi Jam’iyyah NU untuk mereposisi di tengah konstelasi dunia modern.
Gagasan transformasi ini juga diusung oleh PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026-2031 sebagai visi besar untuk kemajuan jam’iyyah di masa depan.
Turunannya, PCNU Sumenep merumuskan program unggulan bertajuk “9 Program Pengkhidmatan PCNU Sumenep” yang akan digalakkan selama satu periode.
Gus Yahya mengingatkan kepada PCNU Sumenep untuk menjalankan transformasi sesuai dengan visi PBNU agar gerakannya berjalan ke arah yang sama.
Menurutnya, semua tingkat struktural NU harus bergerak bersama ke arah yang sama agar tujuan yang akan dicapai berhasil dengan kekuatan besar.
“Mari kita ingat kembali apa yang paling mendasar tujuan didirikannya NU,” kata Gus Yahya saat memberikan sambutan pada pelantikan PCNU Sumenep di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah, Beraji, Gapura, Sabtu (16/05/2026).
Dia memaparkan gagasan transformasi yang digagas PBNU saat ini, diantaranya:
1. Transformasi jam’iyyah
2. Reposisi jam’iyyah secara lebih tepat dan strategis di tengah konstelasi politik
3. Mengaktifkan peran internasional yang lebih strategis
Selain itu, ia juga meminta kepada PCNU Sumenep untuk tidak hanya berpikir tentang kemajuan Sumenep semata, melainkan harus berpikir yang lebih luas yakni Indonesia.
“PCNU sumenep ketika memandang ke depan, harus berpikir indonesia jangan hanya Sumenep. Kita ini satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” tegasnya.













