BeritaSosial Budaya

Transformasi NU di Sumenep, PCNU Periode 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Avatar
19
×

Transformasi NU di Sumenep, PCNU Periode 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Sebarkan artikel ini
Transformasi NU di Sumenep, PCNU Periode 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah
Jajaran Pengurus PCNU Sumenep Saat Dilantik

Mediapribumi.id, Sumenep — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah, Sabtu (16/05/2026). Pelantikan tersebut mengusung tema “Transformasi Jam’iyah dalam Berkhidmat untuk Kemaslahatan Umat”.

Prosesi baiat dipimpin langsung oleh Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abd A’la Basyir. Sebelum pelantikan dimulai, Sekretaris PWNU Jawa Timur, H Muhammad Faqih, membacakan Surat Keputusan PBNU Nomor: 104/PB.01/A.II.01.45/99/04/2026 tentang pengesahan kepengurusan PCNU Sumenep masa khidmat 2026–2031.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni, jajaran Ketua PCNU se-Madura, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep, badan otonom NU, MWCNU se-Kabupaten Sumenep, hingga PRNU se-Kecamatan Gapura.

Ketua PCNU Sumenep, KH Md Widadi Rahim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Nahdliyin yang selama ini terus berkontribusi menjaga dan mengembangkan organisasi.

Ia menjelaskan, susunan kepengurusan PCNU Sumenep periode 2026–2031 terdiri dari 69 pengurus inti dan 362 pengurus lembaga. Sebagian besar berasal dari alumni pesantren di Madura, seperti Pondok Pesantren Annuqayah, Al-Karimiyyah, Al-Is’af, serta sejumlah pesantren lainnya. Selain itu, terdapat pula alumni pesantren besar nasional dan kalangan profesional nonpesantren.

Menurutnya, keberadaan unsur profesional dari berbagai bidang, seperti pemerintahan, kesehatan, hingga hukum, menjadi bagian dari transformasi organisasi yang tetap berpijak pada tradisi pesantren.

“Kepengurusan ini merupakan bentuk transformasi NU yang tetap menjaga sanad keilmuan pesantren, namun juga membuka ruang bagi profesionalisme dan penguatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Kiai Widadi menambahkan, semangat transformasi tersebut terinspirasi dari pesan Ketua Umum PBNU terkait Surah An-Nur ayat 35, yang menekankan bahwa NU harus mampu menjadi pelita penerang bagi umat.

Ia juga menyoroti kualitas sumber daya manusia dalam kepengurusan baru PCNU Sumenep. Dari total pengurus yang ada, tercatat 17 orang bergelar doktor (S3), sekitar 70 orang bergelar magister (S2), sementara lainnya merupakan lulusan sarjana dan kalangan pesantren.

Menurutnya, komposisi tersebut menunjukkan bahwa NU di Sumenep tetap kuat dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), sekaligus memiliki kapasitas manajerial dan profesional yang memadai.

“Komponen kepengurusan yang dimiliki tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam manajerial, profesionalitas, dan kualitas sumber daya manusianya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepengurusan baru PCNU Sumenep tidak hanya akan fokus pada kegiatan seremonial, melainkan berupaya hadir secara nyata di tengah masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan umat.

“Ke depan, kami ingin PCNU Sumenep benar-benar hadir di tengah masyarakat melalui program-program nyata dan bermanfaat,” tandasnya.

Sementara, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mendorong PCNU Sumenep yang sudah dilantik tersebut untuk ikut berpartisipasi secara sinergis untuk menuntaskan persoalan yang ada di Kanupaten Sumenep.

Menurutnya, NU memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah untuk mendorong kemajuan daerah seperti pengentasan kemiskinam, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

“Kami komitmen untuk hadir dan mendukung PCNU Sumenep,” tegasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep