Mediapribumi.id, Sumenep — Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mempercepat evaluasi program Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai langkah strategis meningkatkan capaian layanan kesehatan masyarakat.
Evaluasi tersebut digelar di De Baghraf Hotel Sumenep dan diikuti 62 peserta yang terdiri dari 31 kepala puskesmas serta 31 pemegang program PTM dari wilayah daratan hingga kepulauan, Selasa (21/04/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pelaksanaan program PTM di masing-masing puskesmas.
“Evaluasi ini mencakup pelaporan kegiatan, pelaksanaan program, hingga inovasi yang dilakukan puskesmas dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi rutin biasanya dilakukan setiap tahun, namun kali ini dipercepat untuk merespons implementasi program tambahan cek kesehatan gratis (CKG) yang telah berjalan sejak 2025 tetapi belum maksimal.
Salah satu tantangan utama, kata dia, adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama saat tidak merasakan keluhan.
“Melalui evaluasi ini, kami ingin mendorong masyarakat lebih proaktif datang ke puskesmas, tidak harus menunggu sakit,” tegasnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, puskesmas didorong melakukan berbagai inovasi layanan berbasis jemput bola. Salah satunya dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di titik-titik strategis, termasuk di masjid saat waktu subuh yang dinilai efektif menjangkau masyarakat.
Di sisi lain, Dinkes P2KB Sumenep juga mulai memperkuat upaya deteksi dini dengan melakukan skrining PTM bagi seluruh pegawai internal selama dua hari. Langkah ini menjadi bagian dari prioritas dalam beberapa bulan ke depan sesuai arahan kepala daerah.
Instruksi serupa juga telah disampaikan kepada seluruh kepala puskesmas agar diterapkan di wilayah kerja masing-masing, sehingga tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga tenaga kesehatan mendapatkan pemeriksaan rutin.
“Deteksi dini sangat penting untuk mengetahui potensi penyakit sejak awal, baik pada masyarakat maupun tenaga kesehatan itu sendiri,” pungkasnya.













