BeritaEkonomiMigas

Usai Dikeluhkan, Pertalite di Sapeken Berangsur Ada Meski Masih Langka

Avatar
38
×

Usai Dikeluhkan, Pertalite di Sapeken Berangsur Ada Meski Masih Langka

Sebarkan artikel ini
Usai Dikeluhkan, Pertalite di Sapeken Berangsur Ada Meski Masih Langka
Masyarakat Mengantri di SPBU Kecamatan Sapeken. (Foto: Tangkapan Layar Tiktok @anak.orang.miskin01)

Mediapribumi.id, Sumenep — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite khususnya di Kecamatan Sapeken, Sumenep sejak beberapa waktu yang lalu memunculkan keresahan di masyarakat sekitar.

Sebelumnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se Kecamatan Sapeken mendatangi anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) setempat, H. Dul Siam untuk menyampaikan permasalahan itu.

Saat ini, pendistribusian BBM bersubsidi tersebut mulai berjalan meskipun belum maksimal.

Warga Desa Tanjungkiaok, Aldy Wiranto mengaku, BBM Pertalite saat ini sudah mulai ada di daerahnya meskipun masih bisa disebut langka karena tak segampang sebelumnya.

“Sudah mulai ada, tapi masih terbilang langka karena sering kehabisan stok, dan harganya saat ini Rp14 ribu,” katanya, Senin (20/04/2026).

Kepala Bagian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar mengaku mendapatkan aduan dari masyarakat terkait adanaya kelangkaan di kepulauan tersebut.

“Kami mendapatkan aduan ini dari masyarakat, dan muncul isu terkait dugaan adanya pelanggaran,” tuturnya.

Pendistribusian BBM di Kecamatan Sapeken melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat. Kemudian pihak SPBU membentuk sub agen di berbagai desa atau pulau untuk mendistribusikan kepada pengguna akhir.

“Nantinya sub agen itu yang menjual kepada masyarakat dengan harga yang wajar,” imbuhnya.

Ia meminta kepada Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forpimpka) untuk mengawasi secara ketat pendistribusian BBM bersubsidi ini agar tepat sasaran dan menindak pelanggaran.

“Termasuk yang perluu diawasi para sub agen atau pemilik surat rekomendasi pembelian BBM di SPBU. Jika masyarakat mendapati indikasi pelanggaran silakan laporkan kepada kami,” tuturnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep